Friday, 15 November 2019

Pijat Plus-Plus di Ruang Tanpa Pintu, Terapis: Risih Sih, Tapi Nggak Bisa Milih

Senin, 21 Oktober 2019 — 7:29 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Ditawarkan secara online, tempat pijat di Pondok Indah, Jakarta Selatan. itu dari luar terlihat gelap. Tempat itu, menawarkan bar, live musik, karaoke hingga griya pijat. Pelataran bangunan juga gelap karena tak dilengkapi lampu. Penerangan utama hanya dari Penerangan Jalan Umum (PJU).

Bagunan itu bercat hitam dan tanpa asesoris sama sekali. Begitu pintu utama dibuka, tampak lobi berupa meja resepsionis merangkap sebagai kasir serta jajaran loket yang berada di pojok ruangan.

Sementara, beberapa petugas keamanan di depan lorong menuju bar meminta pengunjung menaruh tas dalam loker sebelum memasuki area bar. Usai melintasi lorong, suasana gegap gempita terdengar.

Derap musik serta tata lampu warna warni mengisi setiap sudut ruang bar. Di ruang itu ada panggung utama, bar hingga empat set sofa setengah lingkaran.

Seorang pria yang disebut sebagai manajer menghampiri lalu menawarkan agar segera memilih terapis. Ia juga menunjuk sejumlah terapis yang berada pada sofa barisan depan hingga kedua sisi sofa yang saling berhadapan, posisi duduk katanya menandakan kelas mereka.

“Kalau yang depan ini seleb (Celebrity) kelasnya, sebelahnya Blue, Green, Yellow. Abang pilih aja, langsung naik, SOP semua kok, bisa semua,” ungkapnya menyebutkan satu per satu nama serta kelebihan terapis dalam melayani tamu.

Walau berbeda kelas, layanan yang diberikan terapis menurutnya, seragam. Semua memberi layanan mulai dari sesi pijat tanpa menggunakan busana yang diakhiri dengan sesi hubungan intim.

Usai memilih terapis, ia mengarahkan untuk melakukan top up kartu VIP akses di meja kasir. Sedangkan, jumlah uang yang deposit dijelaskannya senilai dengan kelas terapis serta jenis kamar yang dipilih, yakni reguler, VIP dan president.

Usai melakukan top up, ia memanggil terapis berinisial cantik yang kemudian mengantar menuju kamar reguler di lantai dua.

Menapaki tangga yang berada persis di belakang bar, terapis yang mengaku bernama L ini tidak segera menuju kamar. Ia mengajak untuk menuju ruang penyimpanan barang.

Dalam ruangan tersebut, terdapat seorang pegawai yang bertugas menyimpan barang pribadi, seperti ponsel milik tamu. Sekaligus menyerahkan set alat pijat berikut sebuah kondom.

Usai menerima alat pijat, gadis berusia 21 tahun itu segera menggandeng tangan menuju sebuah selasar yang terletak persis di sisi ruang penyimpanan. Berbeda dengan ekspektasi, kamar hanya berupa kabin berukuran 1,5 x 2 meter berpenutup tirai dengan sebuah kasur di dalamnya.

Walau tidak memiliki pintu ataupun penghalang antara kabin dengan selasar, layanan pijat plus plus tetap lengkap diberikan L. Ia hanya mengaku sedikit risih, lantaran langkah kaki milik pengunjung maupun terapis seringkali terdengar.

“Risih sih, tapi kan kalau kita (terapis) nggak bisa milih, tamu yang milih kamarnya. Ya kalau saya lebih suka yang VIP atau President, kamar mandinya di dalam juga, jadi selesai bisa bersih-bersih,” ungkap gadis berdarah Medan dan Jawa Tengah itu.

Pernyataan L benar adanya, berbeda jauh dengan kondisi kamar reguler, kamar President yang ditawarkan Vins terlihat layaknya sebuah kamar hotel kelas Melati pada umumnya. Ruangan kamar berukuran 3 x 4 meter berhias wallpaper dengan sebuah kasur pegas berukuran queen.

Selain itu, terdapat sebuah cermin berukuran besar yang memanjang di dinding. Juga kamar mandi di dalam. (wandi/yp)

Terbaru

Barang bukti yang diamankan
Jumat, 15/11/2019 — 17:09 WIB
Komplotan Copet di Konser Musik Digulung
Pasca gempa Magnitudo 7,1 guncang Ternate, beberapa bangunan mengalami kerusakan. (Twitter/@BNPB_Indonesia)
Jumat, 15/11/2019 — 16:51 WIB
Gempa Mag 7,1 di Maluku Utara Rusak 19 Bangunan
Pasar Jaya Launching E-Office - ist
Jumat, 15/11/2019 — 16:02 WIB
Pasar Jaya Launching e-Office