Friday, 15 November 2019

PSIM Yogya vs Persis Solo Berakhir Ricuh, Mobil Polisi Dibakar

Senin, 21 Oktober 2019 — 22:54 WIB
Screenshoot video. (ist)

Screenshoot video. (ist)

YOGYAKARTA – Laga antara PSIM Jogja melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida Yogyakarta berujung ricuh, Senin (21/10/2019). Sejumlah kendaraan dinas polisi dirusak, termasuk mobil dinas Wakapolresta Yogyakarta yang dibakar massa.

Laga ketat yang disaksikan sekitar 20 ribu penonton itu berakhir dengan kemenangan untuk Persis dengan skor 3-2. Gol pertama dicetak Slamet Budiyono di meni8t 25 yang membuat Persis unggul 1-0. Namun Cristian Gonzales menyamakan kedudukan di menit 73.

Pada babai kedua, Slamet kembali menggetarkan jala lawan di menit 60 hingga Persis kembali memimpin dengan 2-1. Empat menit kemudian, Benny Ashar mencetak goil membuat Persis kian menjauh lawan dengan skor 3-1.

Dua menit berselang, PSIM Yogya menipiskan jarak lewat gol Gonzales hingga kedudukan menjadi 3-2 untuk Perses. Namun hingga wasit Zetman Pangaribuan meniup pluit panjang, tak ada gol tambahan.

Pertandingan berjalan amat sengit. Pada pukul 17.25, Ahmad Hisyam (44) kena kartu merah hingga PSIM harus bermain dengan 10 orang.

Menit 17:28, terjadi pelanggaran pemain hingga Raymon Ifantonius (18) diganjar kartu merah. Tiba-tiba Hisyam yang sudah dikartu merah berlari masuk lapangan lalu menendang pemain Persis Solo dedy Cahyono (18).
Tapi tendangannya mengenai hakim garis. Hal ini memicu suporter masuk lapangan. Permainan pun dihentikan di menit 93 pada pukul 17:28.

Selanjutnya petugas mengevakuasi pemain Persis Solo namun dihadang massa. . Kendaraan yang digunakan untuk evakuasi pemain dipecah kacanya.

Polisi kemudian membubarkan massa dengan gas air mata yang dibalas massa dengan lemparan batu. Bahkan membakar petasan ke arah polisi.

Sebagian massa merusak sejumlah kendaraan dinas milik Polri. Termasuk mobil Mobil dinas Wakapolresta Yogyakarta dibakar massa sedang mobil Kapolresta Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Armaini mengatakan kepada wartawan kericuhan bermula saat suporter kecewa lalu melakukan tindakan anarkis.
“Kami akan evakuasi, internal juga dievaluasi,” katanya. (yp)