Friday, 15 November 2019

Sambut Sumpah Pemuda, Warga Cipulir Gelar Bazar Murah

Senin, 21 Oktober 2019 — 21:55 WIB
Warga menyerbu bazaar murah yang digelar di RW 07, Kelurahan Cipulir. (wandi)

Warga menyerbu bazaar murah yang digelar di RW 07, Kelurahan Cipulir. (wandi)

JAKARTA  – Dalam  rangka menyambut Sumpah Pemuda, yang diperingati tiap28 Oktober, warga RW 07, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, menggelar bazar kuliner.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan RW 07 Kelurahan Cipulir ini, berbagai makanan hasil buatan warga, mulai makanan khas Betawi, kerak telor, pokis dan bir pletok serta sejumlah makanan lainnya bisa didapati di bazar ini.

Lurah Cipulir Sugianto mengangtakan, bazar menyambut Sumpah Pemuda ini digelar oleh warga dan karang taruna di RW 07, Kelurahan Cipulir. Menurutnya, dirinya sangat mendukung sebab dengan cara seperti ini tentu selain mempromosikan makanan khas warga juga sebagai ajang guyup warga.

“Memang berbagai  makanan olahan warga sekitar bisa didapatkan di acara ini,  yakni mulai dari makanam  khas Betawi seperti kerak telor, pokis , bir pletok, dan makan khas lainnya. Kegiatan ini selain ingin mempromosikan makanan khas Betawi juga sebagai ajang silahturohmi antar warga,” terang Sugianto, Senin (21/10/2019).

bazar murah -(wandi)

Menurutnya, kegiatan seperti ini memang bukan hanya momen-momen tertentu saja, tapi kegiatan ini secara rutin juga digelar. Diharapkan dengan cara seperti ini ekonomi masyarakat akan terus meningkat.

Selain itu dalam acara kegiatan ini juga digelar lomba melukis yang diikuti oleh anak-anak mulai tingkat TK sampah SMP.

Sementara itu Saimah ( 45) salah seorang pedagang pokis mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain dagangannya laris manis juga sebagai ajang mempromosikan makanan olehannya.

“Kami sangat senang adanya kegiatan seperti ini mudah-mudahan bazaar seperti ini dilakukan secara rutin. Dengan begitu makanan hasil olahan saya akan semakin dikenal masyarakat dan pendapatan juga akan meningkat,” terang Saimah.

Sedangkan Hendi (41) warga lainnya mengaku sangat senang karena selain banyak makanan dan harganya murah-murah warga juga sangat terhibur dengan adanya berbagai kesenian.

“Hitung-hitung hiburan gratis, makanya kalau bisa acara ini juga dilakukan secara rutin dua bulan sekali,” pintanya.  (wandi/win)