Wednesday, 20 November 2019

Usai Dipanggil Jokowi, Airlangga Bicara Soal Defisit Neraca Perdagangan

Senin, 21 Oktober 2019 — 20:20 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai dipanggil Jokowi. (ist)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai dipanggil Jokowi. (ist)

JAKARTA  – Perbaikan neraca perdagangan Indonesia yang cenderung defisit akan menjadi fokus perhatian bagi mantan Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jilid I, Airlangga Hartarto.

Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini salah satu calon menteri yang dipanggil Presiden Jokowi ke Istana, Senin (21/10/2019).

“Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan,” ujar Airlangga usai dipanggil Jokowi.

Ia mengaku banyak ditanya Presiden Jokowi soal permasalahan ekonomi, termasuk hilirisasi industri dan masalah defisit neraca perdagangan. Airlangga disebut-sebut akan menempati posisi menteri koordinator bidang perekonomian.

Selain Airlangga, Fadjroel Rachman juga tampak memenuhi panggilan Kepala Negara untuk datang ke Istana. Seperti halnya para tamu lain yang diundang Presiden, Fadjroel juga diminta untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

“Ada tugas yang memang disampaikan oleh beliau, tetapi, mengenai bentuk tugasnya, nanti akan diberitahukan secara langsung saja oleh Presiden,” ungkap Fadjroel kepada awak media. (johara/win)