Tuesday, 19 November 2019

100 Peserta BPU Nobar Bareng BPJS TK Bekasi Cikarang dan KCP Cifest Cibarusah

Selasa, 22 Oktober 2019 — 17:18 WIB
Peserta BPU Nobar dengan  BPJS TK  Cabang Bekasi Cikarang dan  KCP Cifest Cibarusah.(ist)

Peserta BPU Nobar dengan BPJS TK Cabang Bekasi Cikarang dan KCP Cifest Cibarusah.(ist)

JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang bersama dengan KCP Cifest Cibarusah menggelar nonton bareng (nobar)  film Joker bersama 100 peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dengan tema “Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Kerja Aman, Hati Tenang” di Cinemaxx Orang Country Cikarang, Selasa (22/10/2019).

100 peserta BPU  tersebut  berasal dari berbagai komunitas, antara lain dari komunitas ojol, komunitas pedagang, komunitas petani, umkm dan jamkeswatch.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang, Ahmad Fatoni mengatakan, gathering peserta BPU ini dikemas dengan suasana yang berbeda, lebih santai dan hangat.

“Di kegiatan ini juga  diselipkan sosialisai mengenai program dan prosedur klaim BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan pemahaman mengenai program BPJS ketenagakerjaan lebih meningkat, dan kedepannya para peserta BPU sebagai penggerak jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan di Masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata Fatoni.

Sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2011, Di Indonesia Memiliki 2 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berbeda, BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran BPJS menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang telah ada sebelumnya yaitu Askes diganti menjadi BPJS Kesehatan dan Jamsostek diganti menjadi BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan selaku penyelenggara program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,  memberikan perlindungan kepada pekerja mulai dari sektor formal (Penerima Upah) dan sektor informal (Bukan Penerima Upah).

“Program JKK memberikan manfaat berupa pengobatan dan perawatan sesuai indikasi medis di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, santunan dan Program Return To Work. Jika terjadi resiko meninggaldunia akibat kecelakaan kerja, maka ahli waris pekerja berhak menerima santunan yang besarnya setara dengan 48x upah,” jelasnya.

Jika terjadi resiko kematian bukan karena kecelakaan kerja, lanjutnya, ahli waris dapat menerima Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 24.000.000, yang ditambah dengan beasiswa kepada 1 orang anak sebesar Rp12.000.000 dengan syarat minimal kepersertaan 5 tahun.

Selain memberikan perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat saat ini atau present benefit kepada para peserta dimana para peserta dapat merasakan manfaatnya tanpa perlu menunggu kecelakaan kerja, kematian dan hari tua terlebih dahulu  yang dapat berupa diskon atau potongan harga oleh perusahaan atau tenant yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti perhotelan dan restoran.

Disamping diskon ataupun potongan harga, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan fasilitas kredit perumahan bagi peserta yang memenuhi persyaratan dari perbankan yang telah bekerjasama.(tri)