Friday, 15 November 2019

Menunggu Kerja Cerdas Kabinet Kerja Jilid II

Selasa, 22 Oktober 2019 — 7:42 WIB

SEDERET tokoh yang digadang-gadang mengisi Kabinet Kerja II sudah dipanggil Presiden Jokowi ke Istana. Mulai dari pakar, politisi, hingga profesional kalangan milenial.

Wajah-wajah lama seperti Airlangga Hartarto, tokoh senior Mahfud MD, juga menghadap Presiden. Bahkan mantan rival Jokowi di Pilpres 2019, kemungkinan akan mengisi posisi Menteri Pertahanan.

Presiden Jokowi rencananya akan mengumumkan komposisi Kabinet Kerja jilid II paling lambat besok, Rabu (23/10/2019). Namun publik sudah mendapat gambaran siapa-siapa yang akan membantu JokowiKH Ma’ruf menjalankan roda pemerintahan.

Beberapa menteri dikhabarkan masih dipertahankan. Kabinet Kerja II juga akan diisi beberapa tokoh muda seperti Nabiel Makarim (CEO Gojek), Wishnutama (tokoh pertelevisian) serta pengusaha Erick Tohir. Hadirnya tokoh dari luar partai politik (parpol) dari kalangan milenial, diharapkan membawa darah segar bagi kemajuan pembangunan.

Sebagai contoh, Nadiem Makarim dikenal sukses membangun bisnis start-up, dan sebagai motor pendiri aplikasi transportasi sebelum diikuti oleh perusahaan lain. Di era globalisasi serba digital, tokoh muda yang cerdas dan terpelajar, dan inovatif memang sangat dibutuhkan.

Penguasaan teknologi, kreatif, inovatif, dan punya visi ke depan adalah modal bagi kalangan milenial menghadapi persaingan global. Tokoh milenial yang sudah teruji dan sudah membuktikan hasil karyanya, pantas untuk dilibatkan dalam memajukan ekonomi bangsa.

‘Passion’ kalangan tokoh muda diharapkan menghasilkan kerja cerdas yang dapat memicu semangat kaum milenial menggali potensi yang dampaknya bisa mendongkrak ekonomi. Kalangan tokoh muda lebih cocok ditempatkan di pos-pos penggerak ekonomi. Sehingga turbulensi ekonomi di negeri ini tidak semakin prh.

Pada periode ke dua pemerintahannya, Presiden Jokowi masih melibatkan tokoh tokoh senior. Kebijakan ini sah-sah saja karena beberapa lembaga strategis harus diisi oleh pakar-pakar di bidangnya.

Lembaga pertahanan misalnya, atau lembaga yudikatif, harus dikelola oleh tokoh yang paham seluk beluk dan menguasai persoalan di lembaga yang dipimpinnya. Publik masih menanti komposisi Kabinet Kerja II yang baru diumumkan besok.

Publik berharap, kepala negara memilih orang yang tepat untuk mengisi pos-pos kementerian sehingga kabinet yang dibentuk akan kuat. Figur yang dipilih,
haruslah tokoh yang berprestasi di bidangnya.

Catatan lainnya, program kerja dan kebijakan yang dibuat oleh menteri-menteri harus mengutamakan kepentingan rakyat dan negara, bukan kepentingan kelompok ataupun kepentingan asing. Publik menunggu kerja cerdas kabinet baru. (**)