Tuesday, 19 November 2019

Calon Kades Beli Apel Rp60 Juta, Bupati Bogor: Yang Milih Calon itu Manusia, Bukan Jin!

Rabu, 23 Oktober 2019 — 10:12 WIB
Kantor Bupati Bogor. (ist)

Kantor Bupati Bogor. (ist)

BOGOR – Demi mencapai tujuan menjadi kepala desa, calon-calon yang bertarung mulai bermanuver, mulai dari menggunakan jasa ormas hingga datang ke dukun. Fenomena ini membuat Bupati Bogor, Ade Yasin berang.

“Nggak perlu ke dukun. Itu Musyrik. Ormas juga nggak usah ikut-ikutan. Ke dukun mau ngapain calon kades,”kata Ade dalam Deklarasi Pilkades Damai di Gedung Tegar Beriman, Cibinong.

Ade Yasin juga heran, calon kades yang datang ke dukun, disuruh beli apel jin harganya Rp60 juta. “Yang calon kades nggak ada uangnya untuk beli apel semahal itu. Tapi begini aja, yang milih calon itu manusia bukan jin. Jadi lupakan dukun,” katanya.

Menurut data yang ada, Pilkades serentak 2019 ini berlangsung di 273 desa. Pemilihan kades digelar pada tanggal 3 November 2019. Menurut Bupati Bogor, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian Polres Bogor. Kenapa?, karena keamanan menjadi hal penting, karena pilkades dinilai rentan dengan gesekan.

“Pilkades itu momentum menjaga kesatuan dan persatuan dalam mewujudkan pilkades damai. Perbedaan jangan diperuncing. Pilkada 2018 lalu, Bogor aman. Ini bukti kami menghargai perbedaan,” paparnya.

Karena gesekan dalam pilkades dinilai sangat tinggi, maka Pemkab Bogor memfasilitasi deklarasi damai serta penandatangan nota kesepahaman antara Pemkab Bogor dengan 1.064 calon kades untuk menjaga pilkades aman dan damai.

“Pilkades ini kami di dukung oleh dua resor kepolisian. Yakni Polres Bogor dan Polres Metro Depok, karena ada desa masuk wilayah hukum Polres Depok,” ungkap Ade sambil menambahkan, warga jangan ragu melapor ke polsek atau koramil jika ada indikasi gangguan Kamtibmas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi mengungkapkan, Pilkades serentak 2019 di 273 diikuti 1.064 calon. Jumlah pemilih pun diikuti 2.120.448 orang.

Saat ini masih ada beberapa desa yang masih melakukan pengundian nomor urut. Sementara kampanye dimulai 28-30 Oktober.

Memasuki tanggal 31 Oktober sampai 2 November 2019 itu masa tenang sebelum hari pemilihan, dan penghitungan suara 3 November 2019. “Calon yang terpilih, akan dilantik awal tahun 2020,” kata Ade. (yopi)