Friday, 15 November 2019

Selamat Datang Kabinet Baru

Rabu, 23 Oktober 2019 — 12:17 WIB

HARI INI, Rabu legi, 23 Oktober 2019, merupakan hari menentukan bagi perjalanan bangsa, setidaknya untuk lima tahun ke depan. Sesuai rencana, hari ini, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan nama- nama menteri Kabinet Kerja Jilid II.

Dari sejumlah tokoh yang sudah dipanggil Jokowi ke istana, sejak Senin (21/10/2019) lalu, kita sudah dapat menebak komposisi kabinet yang tak lepas dari tokoh parpol, aktivis, pengusaha dan kalangan profesional. Bahkan, yang tak disangka – sangka adalah masuknya nama Prabowo Subianto, yang sebelumnya menjadi rival dalam pilpres. Muncul multitafsir atas bergabungnya Ketua Umum Gerindra ini ke dalam kabinet yang sekarang, apalagi jika disebut – sebut akan diminta untuk membantu soal pertahanan.

Lepas dari sejumlah tafsir, kita patut  mengapresiasi langkah Jokowi yang menggandeng Prabowo. Begitu juga apresiasi patut diberikan kepada mantan Danjen Kopassus ini, yang bersedia memperkuat kabinet Jokowi. Ini menunjukkan sikap kenegarawanan keduanya, bahwa kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

Melihat komposisinya, tampaknya kabinet masih tetap diwarnai tokoh atau kader parpol pendukung koalisi.Dapat diduga dengan masuknya Gerindra ke dalam kabinet, parpol koalisi pendukung pemerintahan Jokowi – Mar’uf Amin semakin gemuk dan kuat. Sementara parpol penyeimbang ( sering disebut oposisi), boleh jadi kian berkurang. Di negara demokrasi manapun, sejatinya oposisi tetap dibutuhkan, bukan saja sebagai kekuatan penyeimbang, tapi untuk memperkuat pemerintahan.

Meski begitu hasil akhir, bagaimana komposisi kabinet, berapa persen dari unsur parpol dan profesional, berapa muka lama dan baru, dapat diketahui setelah resmi diumumkan hari ini. Begitu pun gambaran kekuatan oposisi.

Yang pasti, kabinet sekarang harus lebih profesional, lebih solid dan lebih baik dari sebelumnya serta lebih amanah. Sebab, tantangan tugas lima tahun ke depan semakin berat dan kompleks.Tidak hanya persoalan politik, ekonomi, hukum, dan keamanan, juga masalah sosial kemasyarakatan, ketenagakerjaan seiring dengan perkembangan teknologi, digitalisasi dan robotisasi.

Yang tak kalah pentingnya, tugas menteri  bukan untuk dilayani, tetapi melayani rakyat atas nama bangsa dan negara. Mengecek sejauh mana masyarakat sudah merasa terlayani oleh fasilitas yang diberikan negara melalui program pembangunan yang sudah dijalankan. Sudahkah rakyat menikmati hasil pembangunan.

Jika sudah diberi amanah, maka jagalah amanah dengan melaksanakan tugas secara sungguh – sungguh, baik dan  benar serta penuh kejujuran. Selamat datang kabinet baru. Selamat menjalankan amanah untuk rakyat.  (*).