Sunday, 17 November 2019

Bakal Terkena Tol Desari, Ratusan Tanaman di Rangkapan Jaya Baru Belum Terdata

Kamis, 24 Oktober 2019 — 3:04 WIB
Salah satu warga saat melihat maket atau gambar proyek Jalan Tol Desari di kantor Kel. Rangkapan Jaya Baru. (anton)

Salah satu warga saat melihat maket atau gambar proyek Jalan Tol Desari di kantor Kel. Rangkapan Jaya Baru. (anton)

DEPOK  – Ratusan warga di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, yang terkena proyek pembebasan Jalan Tol Depok – Antasari (Desari) diminta melihat langsung maket gambar dan data lahan yang bakal terkena proyek itu.

Hal itu diperlukan guna membuat surat sanggahan untuk melengkapi apa saja yang masih kurang seperti tanaman, bangunan,  dan lainnya.

“Kami berharap ratusan warga yang terkena proyek sesuai gambar atau maket denah Jalan Tol Desari di lingkungan Kelurahan  Rangkapan Jaya Baru hendaknya datang mengecek kondisi lahan yang terkena agar mengetahui apa saja yang masih kurang lengkap sebelum ada kegiatan pembebasan lahan,” kata Lurah Rangkapan Jaya Baru, Jayadhi didampingi stafnya Ade, Rabu (23/10/2019).

Data surat sanggahan kekurangan sangat dibutuhkan sebelum ada komplain atau keluhan masyarakat yang terkena pembebasan lahan untuk Jalan Tol Desari,  sehingga dapat diajukan secepatnya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok untuk diajukan nilai ganti ruginya.

Menurut dia, dari data yang ada,  412 orang warga atau bidang tanah yang bakal terkena proyek Jalan Tol Desari di wilayah Kelurahan  Rangkapan Jaya Baru sebagian memang sudah mengetahui sejak lama rencana pembebasan lahan,  namun untuk data kelengkapan sangat perlu agar tidak timbul masalah dikemudian hari.

Tanaman Belum Terdata

Lurah Jayadhi mengatakan, kebanyakan data yang masih kurang adalah berkaitan dengan sejumlah tanaman, bangunan dan lainnya yang terkena proyek jalan.

Ditambahkannya,  jika melihat dari maket atau gambar rencana Jalan Tol Desari sebagian warga banyak yang belum mengisi atau menginventarisir tanaman, bangunan dan lainnya yang seharusnya dibayar pemerintah.

Hal senada dikatakan Ny. Tiene, warga RT 02/08, Kel. Rangkapan Jaya Baru, mengatakan sebagian warga memang sudah diinformasikan oleh pengurus RT untuk datang ke kantor kelurahan melihat maket dan data lahan yang terkena proyek Jalan Tol Desari.

“Setelah mengecek dan melihat tentunya warga juga diberikan surat sanggahan berkaitan dengan tanaman, bangunan dan lainnya yang belum  tercatat untuk diganti rugi,” tuturnya. Paling tidak untuk data sanggahan mana saja yang akan nantinya harus dibayar pemerintah berkaitan pembebasan lahan dan tanaman. (anton/win)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945