Thursday, 14 November 2019

Depok Tambah Nilai Bantuan Dana Perbaikan Rumah Warga Miskin, Jadi Rp25 Juta/Rumah

Minggu, 27 Oktober 2019 — 6:02 WIB
Wali Kota Depok Muhammad Idris saat menyerahkan dana bantuan RTLH kepada warga Depok.  (anton)

Wali Kota Depok Muhammad Idris saat menyerahkan dana bantuan RTLH kepada warga Depok. (anton)

DEPOK  – Melihat kondisi harga kebutuhan barang yang terus meningkat dan jumlah warga miskin yang membutuhkan perbaikan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemkot Depok berencana menambah dana bantuan dari sebelumnya Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta/rumah.

“Kami memang berencana menaikkan anggaran dana bantuan RTLH bagi warga miskin di Kota Depok dari Rp 20 juta/rumah di tahun 2019 ini menjadi Rp 25 juta/rumah dalam tahun 2020 mendatang,” kata Wali Kota Depok Muhammad Idris , Sabtu (27/10/2019).

Penambahan anggaran dana untuk RTLH ini agar target perbaikan rumah warga miskin di tahun 2021 mendatang sebesar 0,05 persen dapat tercapai. Dari data yang ada tahun 2019 ini  jumlah total RTLH di 11 kecamatan di Kota Depok mencapai 1.048 unit rumah.

Sekarang ini total bantuan sebesar Rp 20 juta/unit rumah namun yang diterima warga hanya sebesar Rp 18 juta yang dipergunakan untuk membeli bahan bangunan atau material sebesar Rp 15 juta dan sisanya Rp 3 juta biaya tukang.

Sedangkan Rp 2 juta lainnya diberikan untuk biaya monitoring, pembinaan, dan konsultasi bagi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di tingkat kelurahan.

Menurut dia, jika rencana penambahan anggaran Rp 5 juta di tahun 2020 dapat turun maka setiap warga penerima bantuan RTLH akan mendapatkan bantuan Rp 23 juta/unit rumah terbagi Rp 20 juta untuk membeli bahan bangunan dan Rp 3 juta biaya tukang.

Sisa dana sebesar Rp 2 juta diberikan untuk biaya monitoring, pembinaan dan konsultasi bagi LPM di tingkat kelurahan, ujarnya pemberina bantuan untuk RTLH tentunya dilakukan secara berjenjang sesuai hasil usulan warga atau masyarakat melalui RT, RW dan LPM kemudian diajukan ke kelurahan dan kecamatan, imbuhnya setelah itu dilakukan evaluasi dan melihat langsung ke lokasi apakah pantas atau tidak diberikan bantuna kemudian diajukan ke Disrumkim Kota Depok.

Sementara itu, Kepala badan Keuangan Daerah (BKD) Nina Suzana, menambahkan dana bantuan RTLH diberikan secara non tunai melalui rekening Bank Jabar banten (BJB) dan tidak semua dana itu dipergunakan untuk membeli bahan material tapi juga untuk membayar tukang.

“Total dana yang diberikan ke warga penerima RTLH tahun 2019 ini  Rp 18 juta/unit rumah dipergunakan membeli bahan bangunan Rp 15 juta dan Rp 3 juta biaya tukang,” ujarnya untuk sisa dana Rp 2 juta lainnya biaya monitoring dan pembinaan LPM. (anton/win)