Tuesday, 19 November 2019

Buruh Perkebunan Sawit itu Akhirnya “Panjat” Anak Tiri

Rabu, 30 Oktober 2019 — 16:16 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

Tadi pagi kita tahu bagaimana Pak Sugeng mulai lirak-lirik anak tirinya yang sudah 16 tahun. Ndak bener ini!

Kita lanjutin kisah Buruh Perkebunan Sawit itu Akhirnya “Panjat” Anak Tiri  ini ya. Cuss!

Lantaran didukung setan itulah, Sugeng semakin pede mendekati anak tirinya. Dengan sedikit ancaman  akhirnya dia berhasil menggagahi anak tiri yang memang berpostur gagah itu.

Karena keasyikan, Sugeng jadi ketagihan. Asal di rumah sepi, buruh pemetik sawit itu “panjat” anak tirinya. Ibu si anak sama sekali tak pernah tahu kelakuan terkutuk suaminya, sebab semua berlangsung saat dia kerja di perkebunan.

Sampailah pada kejadian yang mematikan “karier” mesum Sugeng. Siang itu si anak tiri menerima kehadiran cowok, yang rupanya naksir gadis ABG tersebut.

Mendadak Sugeng dilamun cemburu. Begitu cowoknya pulang, anak itu diomeli dan ditempeleng pula. Dia tak boleh pacaran, karena aslinya mau dipakai untuk kalangan sendiri.

“Jangan pacaran sembarangan, kalau hamil nganggur baru tahu rasa,” omel Sugeng sok suci.

Anak tiri yang lelaki mendengar bapaknya menghajar adiknya ada bau-bau cemburu. Ia  curiga.

Adiknya itu pun diinterogasi hingga keluarlah pengakuan bahwa sering disetubuhi ayah tirinya, minimal sebulan dua kali sesendok makan.

Ibunya, Ny. Zuraida, juga diberi tahu, dan segera Sugeng dilaporkan ke polisi. Saat ditangkap sama sekali tak berkelit, Sugeng pasrah saja, sepertinya sudah siap masuk penjara.

Nggak ajukan sidang praperadilan, Bro? (gunarso ts)