BEKASI – Hujan yang lama ditunggu akhirnya datang juga. Di banyak fihak melegakan. Namun ada saja dampaknya, seperti genangan di sejumlah titik jalan.
“Baru hujan sebentar, tetapi genangan sudah begini,” kata Mustakin, pengendara motor.
Hal itu disampaikan menanggapi genangan di Jl Veteran, tak jauh dari Amita Karya, yang terdapat genangan di sisi jalan. Pengendara ini sempat terkena cipratan air dari kendaraan lain akibat genangan ini.
“Ya kita kaget aja. Kerena kendaraan kenceng kita terkena cipratan,” katanya.
Menurutnya, genangan ini akibat saluran atau tali air ke saluran tidak terawat. Sehingga tersumbat di sisi jalan. “Sayang kalau tergenang ini menjadi pemicu kerusakan jalan,” katanya.
Poskotanews.com mengamati, hujan yang sebenarnya tak begitu lama ini membuat kawasan dimaksud tergenang. Genangan cukup mengganggu karena menyita separo badan jalan. Pengendara harus menghindari genangan dengan mengambil jalan lebih ke tengah.
Sementara, di lokasi lain seperti Jl Kemakmuran juga terdapat titik genangan. Hujan sebentar menjadikan genangan karena tidak lancar saluran pembuangan.
Informasi yang dikumpulkan, menghadapi musim penghujan masih ada banyak titik genangan di sejumlah jalan, sehingga meresahkan warga.
Menurut informasi, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi setidaknya ada 49 titik rawan genangan di wilayah Kota Bekasi. Genangan terjadi di ruas jalan protokol Kota Bekasi, atau juga di jalan-jalan perumahan.
Lokasi di jalan protokol itu seperti di Jalan Siliwangi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Perumnas 1 (Jalan Jenderal Sudirman), Jalan Agus Salim, Jatiasih dekat pom bensin (Jalan Raya Jatiasih), kemudian juga Jalan Raya Pondok Gede dekat Plaza Pondok Gede.
Genangan disebutkan karena sistem drainase belum maksimal. Saat jalan tergenang, arus lalu lintas selalu tersendat. Dimungkinkan juga genangan karena tali air tersumbat oleh sampah yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan.
Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Arif Maulana belum bisa dihubungi. Hanya saja sebelumnya disampaikan akan ada tim reaksi cepat yang akan mengatasi gangguan seperti hal ini. (chotim/tri)