Saturday, 16 November 2019

Merampas Masa Depan Anak

Senin, 4 November 2019 — 6:06 WIB
ikan serang anak

ANAK-ANAK punya dunia sendiri. Mereka masih harus bebas bermain mencari kegembiraan. Tapi dimana? Bagi orang yang berpunya, anak-anaknya bisa main bersama orang tuanya ke tempat hiburan. Bisa berenang atau apa saja di taman bermain, tapi bagi anak-anak yang miskin kemana harus mencari tempat?

Nasib anak-anak yang kayak beginilah harus kuat, karena mencari tempat main sendiri, dimana saja. Di gang sempit, main bola atau mainan tradisional petak umpet dsb. Atau bagi anak-anak di desa masih ada sawah, kali, di situlah mereka bisa bebas  melepaskan kegembiraannya.

Tapi ternyata kegembiraan dan kebebasan mereka sangat terancam oleh para penjahat seksual yang gentayangan dimana-mana. Anak-anak yang tak bisa melindungi dirinya akan jadi sasaran empuk. Lihat saja di pekan ini ada berita yang mengejutkan. Puluhan anak wanita di bawah umur dicabuli seorang lelaki bejat, di Jombang, Jawa Timur.

Ternyata lelaki ini berkali kali melampiaskan nafsu bejatnya terhadap bocah  yang masih bau kencur. Mereka malah diancam bunuh kalau saja melaporkan kepada orang tuanya. Tentu saja, si pelaku ini melenggang mengumbar nafsunya.

Ya, kalau sudah begini, anak-anak masih sengat rentan terhadap kejahatan seksual. Sebelum kebablasan ayolah jaga anak-anak. Terutama keluarga, jangan sampai membiarkan anak-anaknya yang masih kecil, dibiarkan main sendiri jauh dari rumah. Begitu juga petugas agar menindak tegas para pelaku yang tega merusak masa depan korban.

Sekali lagi jaga anak-anak dari kejahatan seksual. Mereka sangat rentan terhadap kejahatan tersebut, karena penjahatnya ternyata bukan saja orang jauh, tapi ada yang orang dekat. Pelaku ada yang saudara, seperti sepupu yang seharusnya melindungi korban. (massoes)