Tuesday, 19 November 2019

Pastikan Drainase Berfungsi

Senin, 4 November 2019 — 6:13 WIB

HUJAN mulai mengguyur  wilayah Jakarta. Meski hujan tidak terlalu lama, tetapi di sejumlah lokasi terendam. Pengendara motor terpaksa mendorong motornya lantaran kendaraannya mogok.

Potret terendamnya jalanan atara lain terjadi di Jalan Ciledug Raya perbatasan Jakarta Selatan dengan wilayah Tangerang. Ketinggian airnya  30 Cm sampai dengan 50 Cm.

Terendamnya sejumlah ruas jalan membuat warga Jakarta was-was menghadapi musim penghujan. Apakah gerangan yang membuat jalanan terendam?

Rasa was-was yang menghantui warga ini bisa dipahami lantaran musim penghujan sudah mulai masuk wilayah Jakarta.  Berkaca sebelumnya setiap musim penghujan di beberapa lokasi masih terendam.

Perhitungan Badan Meteorologi Klimatolog dan Geofisika (BMKG), pada November 2019, musim hujan sudah  memasuki wilayah Jakarta dan sekitarnya.

BMKG pun mengimbau warga terutama yang bermukim di daerah rawan banjir waspada terhadap datangnyan tamu tak diundang itu. Apalagi hingga kini masih banyak lokasi rawan banjir.

Sesuai dengan data yang dipetakan Pemprov DKI Jakarta, daerah rawan banjir di ibukota terdapat di 17 kecamatan. Lokasi itu menyebar di 25 keluarahan atau 86 RW.

Imbauan BMKG patut diperhatikan bukan saja warga yang bermukim di daerah rawan banjir, tetapi aparat Pemprov DKI Jakarta dan para stakeholder juga perlu mengantisipasinya.

Elemen masyarakat dan aparat, sebaiknya bahu-membahu membersihkan drainase dan mengeruk saluran  yang ada di lingkungannya. Pastikan drainase maupun saluran itu  benar-benar berfungsi sehingga aliran air tak tersumbat.

Adanya beberapa  ruas jalan yang terendam, meski hujan tidak berlangsung lama menjadi pelajaran untuk mencari tahu penyebab persisnya dan sekaligus cara mengatasinya.

Selain itu baik Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat juga harus menggeber mengeruk kali dan sungai yang melintas di ibukota. Dengan cara ini setidaknya bisa meminimalisir banjir. @*