Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Thursday, 05 December 2019

Lagi, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Senin, 18 November 2019 — 23:58 WIB
Irvan Noviandana (tengah) melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan agama, ke Polda Metro Jaya, pada Senin (18/11/2019). (firdha)

Irvan Noviandana (tengah) melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan agama, ke Polda Metro Jaya, pada Senin (18/11/2019). (firdha)

JAKARTA – Sukmawati Soekarnoputri, kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Ia dilaporkan atas dugaan penistaan agama.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 18 November 2019.

Adapun pelapor atas laporan tersebut bernama Irvan Noviandana. Irvan melaporkan Sukmawati lantaran merasa tersinggung dengan pernyataan putri proklamator Ir. Soekarno itu di dalam sebuah acara diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’.

Dalam pernyataannya di diskusi tersebut, Sukmawati membandingkan antara Nabi Muhammad SAW dengan Ir. Soekarno. Karena pernyataan itu, Irvan memutuskan untuk melaporkan Sukmawati dengan tuduhan penistaan agama.

“Saya pribadi sebagai muslim, saya sangat tersinggung (dengan pernyataan Sukmawati), nabi saya, junjungan saya itu direndahkan,” ujar Irfan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Ia mengaku pertama kali mengetahui penyataan Sukmawati dari pemberitaan media online dan sebuah video yang diunggah di YouTube.

Sehingga video pernyataan Sukmawati dan tangkapan layar (screenshot) pemberitaan sejumlah portal media online itu dijadikan sebagai barang bukti dalam laporannya tersebut.

“(Barang bukti) itu ada video sama soft copy link berita (media online),” sambungnya.

Adapun pasal yang disangkakan dalam laporan tersebut adalah Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Untuk diketahui, laporan ini merupakan laporan kedua terhadap Sukmawati. Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan atas kasus serupa oleh warga yang menyebut sebagai perwakilan umat Islam. (firda/yp)