JAKARTA – Insiden tabrak lari yang memakan korban pengendara Grabwhells atau skuter listrik di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, masih membekas bagi keluarga korban. Terlebih, DH, pelaku, telah berbohong kepada polisi dengan mengaku sempat memberikan pertolongan kepada korban.
“Nggak benar keterangan dia (pelaku) yang bilang sempat berhenti dan bantu korban. Sama sekali nggak ada yang turun,” ucap Fajar Wicaksono, salah satu korban selamat, saat memberikan kesaksian kepada wartawan, Senin (18/11/2019).
Menurut pemuda yang akrab disapa Anjay, bahwa pelaku telah memberikan keterangan palsu atau bohong kepada Polisi. Pelaku, DH, sambungnya, bahkan tidak menghentikan kendaraannya walau ada korban yang tersangkut di kap mobilnya.
“Pada saat kejadian, pelaku hanya melambatkan laju mobilnya dan membiarkan Bagus (salah satu korban), yang tersangkut di atas kap mobil jatuh dengan sendirinya sebelum akhirnya pelaku tancap gas kembali,” ucap Anjay.
(Baca: Pengemudi Toyota Camry yang Tewaskan Pengguna Skuter Listrik Tidak Ditahan)
Kecelakan terhadap pengendara Grabwhells di GBK Senayan, pada Minggu (10/11/2019) dini hari, mengakibatkan 2 tewas dan 4 luka. Dalam peristiwa tersebut, Polisi menetapkan DH, pengemudi mobil Camry sebagai pelaku tabrak lari tersebut.
Dalam penyidikan, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar menyebutkan, pelaku mengendarai mobil dalam pengaruh alkohol atau minuman keras.
“Dari hasil pemeriksaan urine, tidak dinyatakan positif narkoba. Tapi hasil pemeriksaan, memang dia meminum alkohol, dipengaruhi alkohol,” jelasnya.(deny/mb)