Wednesday, 11 December 2019

Bus Bawa Peziarah Tersangkut Kabel PLN di Jalur Puncak

Rabu, 20 November 2019 — 21:27 WIB
Kendaraan di Puncak, Bogor, Jawa Barat. (dok. yopi)

Kendaraan di Puncak, Bogor, Jawa Barat. (dok. yopi)

BOGOR  – Semrawutnya jaringan kabel listrik PLN di kawasan jalur Puncak, nyaris mencelakai pengguna jalan. Bus wisata yang sedang lewat, tiba-tiba tersangkut kabel yang memang tidak teratur hingga memenuhi sisi jalan. Kabel yang tersangkut, lalu tertarik oleh bus hingga tiang listrik roboh.

Beruntung saat tiang roboh, tidak ada pengguna jalan yang melintas di belakang bus. Namun robohnya tiang listrik ini, menimbulkan dampak kepadatan arus lalulintas di kawasan berhawa sejuk ini.

Kabel listrik yang terseret bus pariwisata ini berada di zona proyek pelebaran Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Kejadian yang terjadi Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 08.00 WIB ini cepat di antisipasi, hingga kepadatan arus tidak berlangsung lama.

“Kabel menjuntai ke badan jalan hingga tersangkut badan bus. Bus yang masih jalan, lalu menarik tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga roboh ke jalan. Sempat padat jalur tapi nggak lama lancar lagi,” kata seorang pekerja.

Dari informasi yang didapat, bus pariwisata bernomor polisi F 7561 WIB yang mengangkut jamaah ziarah ini melaju dari arah Puncak menuju Jakarta.

Di lokasi, badan bus tersangkut kabel yang melintang hingga terlilit kaca spion. Seluruh penumpang panik lantaran tegangan listrik yang menjerat busnya. “Takut ada listriknya makanya kami turun,” kata salah seorang penumpang.

Kejadian ini merupakan kejadian ke tiga kalinya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Baik warga maupun pihak pekerja proyek pelebaran jalan puncak, sudah pernah melaporkan ke pihak PLN. Namun hingga kejadian,  belum ada respon dari PLN untuk memperbaiki.

Tiang listrik dan kabel yang tidak beraturan, menurut warga, hendaknya diperbaiki. Alasannya pada semua kabel, ada aliran listrik tegangan tinggi.

Jika terus dibiarkan dan ada gesekan pada kabel, bisa menyala. Pada ujung dekat tiang ada timer. Jika tertarik langsung menyala listrik. Usai sopir dan kenek dibantu warga melepaskan kabel yang terlilit di spion, bus lalu kembali melanjutkan perjalanan. (yopi/win)