Tuesday, 10 December 2019

5 Tahun Kabur, Koruptor yang Rugikan Negara Rp24 Miliar Ditangkap di Malaysia

Kamis, 21 November 2019 — 16:54 WIB
Atto Sakmiwata Sampetoding, ditangkap tim kejaksaan

Atto Sakmiwata Sampetoding, ditangkap tim kejaksaan

JAKARTA – Buronan Terpidana Korupsi yang jual beli nikel kadar rendah yang merugikan Rp24 Milliar, Atto Sakmiwata Sampetoding (60), ditangkap tim kejaksaan dan petugas Imigrasi saat saat hendak masuk ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Kapuspenkum Kejagung Mukri mengatakan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 199K/Pid.Sus/2014 tanggal 2014 kasus yang menjerat Managing Director PT Kolaka Mining Internasional bermula saat perusahaannya mengekspor nikel ke China dalam bentuk mentah sebanyak 222 ribu meter dengan harga Rp78 miliar pada 2010.

Penjualan nikel itu atas perjanjian jual beli dirinya dengan Pemda Kolaka sehingga seolah-olah merupakan peristiwa keperdataan biasa. Belakangan terjadi selisih harga Rp 24 Myang dinikmati Atto. Jaksa mencium gelagat tidak baik dari transaksi tersebut dan menggelar penyidikan ekspor nikel yang dikeruk dari bumi Sulawesi itu.

“Atas perbuatan tersebut, Atto dihukum pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta serta dibebani membayar uang pengganti sebanyak Rp24,1 miliar. Namun saat hendak dieksekusi pada 2014, Atto kabur dan menghilang bak ditelan bumi. Pada Rabu (11) malam, jaksa mendapatkan telepon bila Atto tertahan oleh otoritas Malaysia,” terangnya dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta Kamis (21/11/2019).

Terpidana diamankan pada hari Rabu 20 November 2019 sekira pukul 21.00 waktu setempat di Bandara Internasional Kuala Lumpur sesaat setelah ditolak masuk ke wilayah Malaysia oleh otoritas yang berwenang.

Kemudian pihaknya bersama Imigrasi pun langsung membawa ke Jakarta. Dan akan dijebloskan ke Kolaka, Sulawesi Tenggara. (adji/yp)