Thursday, 12 December 2019

Reka Ulang, Saat Menyiram Air Keras Tersangka Tak Mau Lihat Wajah Korban

Kamis, 21 November 2019 — 23:23 WIB
Rekontruksi tersangka kasus penyiram air keras.

Rekontruksi tersangka kasus penyiram air keras.

JAKARTA – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi penyiraman air keras yang dilakukan Findra Yunico, 29. Rekonstruksi dilakukan terpisah, di halaman Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan lokasi meracik serta pembelian air keras (soda api) di wilayah Jakarta Barat, Kamis (21/11/2019).

Dari adegan tersebut, Findra memperagakan total 52 adegan rekontruksi. Saat melakukan aksinya ternyata pria hobi bermain game online ini tidak pernah melihat wajah korbannya. Ini terlihat saat ia memperagakan adegan penyiraman di TKP Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Saya nyiram tanpa lihat wajahnya. Saya enggak mau melihat,” kata Findra kepada penyidik ketuka melakukan adegan rekontruksi.

Hal yang sama juga dilakukan Findra saat menyiram Sakinah, tukang sayur di Meruya, Kembangan, Jakarta Barat. Kali ini, Findra menyiramnya dari belakang. Saat melewati korban, Findra juga tidak menoleh. “Saya siram dari arah belakang. Melewati saja,” kata Findra memperagakan adegan ke-33 di halaman Jatanras Polda Metro Jaya.

Di lokasi penyiraman ketiga, yakni Jalan Mawar, Findra memilih menunduk. Ia dua kali menyiramkan air keras ke enam siswi yang menjadi korbannya. Namun yang terkena hanya dua pelajar.

Rekonstruksi
Dalam reka ulang di toko bangunan di Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat, tersangka memperagakan membeli soda ap yang kemudian dikemas dalam botol yang telah dicampur dalam air. Kemudian, tersangka mengendarai motor sambil mencari korban. Ia memilih korban perempuan secara acak. Ia sengaja memilih korban perempuan karena dinilai tidak bisa melawan dan tidak akan mengejarnya.

Kemudian, dia membuka tutup botol yang berisi air keras dan menyiramkan ke arah korban di tiga wilayah di Jakarta Barat. Pertama, dua siswi SMPN 229 di Kebon Jeruk diserang ketika pulang sekolah, pada 5 November 2019. Kedua, pada 8 November, menyiram Nenek pedagang sayur dan terakhir, 15 November, yang memakan dua siswi SMP juga hendak pulang sekolah di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Kanit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono mengatakan, rekontruksi dilakukan sebanyak 52 adegan, dari mulai pembelian di TKP 1 sampai dengan tersangka di tangkap di Jalan Anggrek, Kembangan, Jakarta Barat.

“Hari ini kami melakukan rekontruksi sebanyak 52 adegan mewakili 9 kegiatan, diantaranya tiga adegan penyiraman, mewakli tiga tkp. Kemudian tiga kegiatan percikan air dengan soda api. Kegiatan pemberian dari soda api itu sendiri,” ucap Kompol Hendro, Kamis (21/11).

Menurut Hendro, pihaknya melakukan rekontruksi pemyiraman air soda api di Polda Metro karena mempertimbangkan keamanan tersangka. Oleh karena itu, pihaknya di Jakarta Barat hanya melakukan rekontruks pembelian soda api di toko Bangun Jaya dan Toko Alam Santosa. “Untuk peracikan ada tiga tempat, di gerai ac tempat di bekerja di wilayah Meruya, ada di warung kopi, dan satu lagi sudah diwakili di Polda Metro Jaya,” tegasnya. (ilham/yp)

Terbaru

ngelenong
Kamis, 12/12/2019 — 8:57 WIB
Nasihat Buat Sejawat
Puan Maharani (rizal).
Kamis, 12/12/2019 — 8:16 WIB
Ketua DPR
Lahirnya PP PPMSE Resahkan Bagi yang Baru Mulai Bisnis Online