Saturday, 14 December 2019

Kekeringan Butuh Air Bersih? Ini Mekanisme Pengajuan Pelayanannya

Sabtu, 23 November 2019 — 8:48 WIB
pengolahan air bersih yang dilakukan PT Aetra. (Ifand)

pengolahan air bersih yang dilakukan PT Aetra. (Ifand)

JAKARTA – Tangani kesulitan air bersih yang selama ini dialami warga Cipayung, Jakarta Timur, PT Aetra terus berupaya mengirimkan pasokan air ke warga. Sepanjang musim kering ini, 500 meter kubik air atau 80 truk tangki air sudah disalurkan ke warga.

Manager Komunikasi PT Aetra, Astriena Veracia mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus menyuplai air bersih yang dibutuhkan warga. Dan untuk di wilayah Jakarta Timur, pihaknya memfokuskan pengiriman di daerah Cipayung yang kesulitan air bersih.

“Sepanjang musim kemarau ini, sudah 80 tangki air bersih yang kami kirim ke enam wilayah di Jakarta Timur yang kesulitan air bersih,” katanya, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, untuk mendapatkan layanan air bersih, biasanya mekanisme pengajuan dilakukan dari kelurahan. Selanjutnya berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI, dan langsung diteruskan ke pihaknya.

“Pemerintah melihat kebutuhan masyarakat, kemudian meminta ke kami dan langsung kami salurkan,” ujarnya.

Veracia menambahkan permintaan itu pun sudah terjadi sejak Oktober sebelum kekeringan terlalu parah. Dan sejak saat itu, dalam satu harinya, empat sampai lima tangki air bersih di suplai ke warga. “Dan sampai saat ini pun bila ada permintaan kami akan langsung kirim,” sambungnya.

Kekeringan yang terjadi di Cipayung, lanjut Veracia, terjadi karena memang warga masih memanfaatkan air tanah. Terlebih, aliran pipa air bersih yang dikelalo pihaknya juga belum melayani warga di kawasan tersebut.

“Karena lokasi itu merupakan wilayah yang paling ujung dari ibukota Jakarta, jadi aliran air bersih belum ada pemasangan pipa,” terangnya.

(Baca: Kekeringan, Warga Munjul Berharap Pasokan Air Bersih 2 Hari Sekali)

Sebelumnya diberitakan, kesulitan air bersih tampaknya masih menimpa ribuan warga di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Pasalnya, hampir semua warga kekurangan air bersih hampir enam bulan lamanya dan mereka sangat mengharapkan pengiriman air bersih dua hari sekali.

Ketua RT 002/06 Siti Romlah mengatakan, diwilayahnya terdapat 50 Kepala Keluarga (KK) yang hingga kini kesulitan air bersih. Seluruhnya berasal dari warga di RT 01, 02, dan 03 yang mengalami krisis air bersih. “Sudah dari enam bulan lalu air di sumur warga mulai kering, itu yang dialami 50 KK yang ada,” katanya, Kamis, 21 November 2019. (ifand/yp)