Saturday, 14 December 2019

Wujudkan Indonesia Emas 2045, Kaum Milenial Harus Bijaksana Kuasai Teknologi

Sabtu, 23 November 2019 — 6:06 WIB
Seminar Milenial bertajuk "Gerakan Pemuda dan Mahasiswa di Era Milenial Dalam Melanjutkan Semangat Perjuangan Kepahlawanan" yang diadakan di Gedung FEB Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Jakarta Timur,  Jumat (22/11/2019). (ist)

Seminar Milenial bertajuk "Gerakan Pemuda dan Mahasiswa di Era Milenial Dalam Melanjutkan Semangat Perjuangan Kepahlawanan" yang diadakan di Gedung FEB Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Jakarta Timur, Jumat (22/11/2019). (ist)

JAKARTA –  Program Indonesia Emas tahun 2045 yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia, harus didukung dengan peranan penting dari kaum milenial khususnya para mahasiswa. Berbekal penguasaan teknologi secara baik dan bijaksana, program tersebut harus dapat diwujudkan.

Diketahui, Indonesia Emas 2045 ialah momen Indonesia akan menikmati bonus demografi, penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibanding masyarakat usia lainnya, dengan persentase mencapai 70 persen.

Hal itu disampaikan Presma Badan Eksekutif Mahasiswa Uhamka Ronaldo Zulfikar dalam Seminar Milenial bertajuk “Gerakan Pemuda dan Mahasiswa di Era Milenial Dalam Melanjutkan Semangat Perjuangan Kepahlawanan” yang diadakan di Gedung FEB Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Jakarta Timur,  Jumat (22/11/2019).

“Kita sebagai generasi milenial yang diharapkan untuk selanjutnya menentukan arah bangsa hari ini, harus mampu berani dan mengambil resiko bahwa kita sebagai mahasiswa milenial harus berhasil menguasai teknologi dengan bijak untuk mewujudkan generasi emas di 2045,” ujar Ronaldo.

Rektor Uhamka Prof Gunawan Suryoputro pun memberikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, kalangan mahasiswa harus meneladani perjuangan para pahlawan sebagai motivasi diri dalam mencapai kesuksesan.

“Saya menyambut baik acara seperti ini. Esensi sebagai mahasiswa adalah pola pikir sebagai kaum terpelajar dan cendekiawan, utamanya tema pada hari ini esensinya sangat mendalam terkait bagaimana kita mengapresiasi para pendahulu kita para pahlawan yang tentu mahasiswa sangat paham bagaimana perjuangan para pahlawan selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen  Dharma Pongrekun menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi komponen utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa terutama yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Setelah selesai kuliah harus menjadi bermanfaaat bagi banyak orang, membuat terobosan baru dan jangan mengikuti agenda-agenda yang dicekoki asing. Adik-adik mahasiswa harus menjadi penemu Iptek dan tidak melulu harus apa katanya luar. Adik-adik mahasiswa harus menjadi pionir bukan hanya followers ,” ujar Dharma.

Masih di tempat yang sama, politisi muda Partai Amanat Nasional sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia menyebutkan, mahasiswa harus memiliki daya juang dan semangat yang tinggi guna sukseskan Indonesia Emas 2045.

“Generasi milenial terobosan baru yang inovatif untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita itu adalah kaum-kaum yang bisa mewujudkan hal itu,” papar Farah.(tri/mb)