Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Wednesday, 27 November 2019

Tangkap Sponsor Penjahat ‘Impor’

Selasa, 26 November 2019 — 9:22 WIB

APARAT Polda Metro Jaya menggerebek ‘markas’ persembunyian 90 orang pelaku kejahatan asal Tiongkok, Senin (25/11/2019). Tak tanggung-tanggung, ada 6 rumah yang dijadikan markas jaringan penipu tersebut.  Sindikat berskala internasional ini mengendalikan aksinya dari Indonesia dan mencari korbannya orang-orang kaya di negaranya.

Kasus ini bukanlah baru. Sejak tiga tahun silam, ratusan bahkan mungkin ribuan penjahat lintas negara asal Tiongkok dan Taiwan yang terlibat dalam sindikat internasional online fraud ditangkap di berbagai kota di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Medan dan beberapa kota lainnya. Contoh kasus, dua tahun lalu tepatnya Juli 2017 Mabes Polri menciduk 153 WN China yang mengendalikan penipuan dari Indonesia.

Namun, meski ratusan orang ditangkapi, ratusan lainnya tetap datang menyerbu masuk Indonesia. Rasanya mustahil bila tidak ada bos besar atau sponsor yang mendatangkan mereka. Sebab jaringan ini terstruktur, merekrut orang-orang dari luar, bermodal besar karena mampu menyewa rumah mewah lengkap dengan peralatan elektronik yang dijadikan alat kejahatan.

Pertanyaan yang mengemuka, mengapa jaringan penjahat lintas negara tersebut tidak jera beraksi di Indonesia.  Apakah hukum di negeri ini dianggap sangat permisif, atau ada pihak yang melindungi, atau pengawasan aparat mulai dari Imigrasi hingga aparat tingkat RT dan RW sangat lemah ?. Ini PR yang harus diselesaikan aparat kita.

Dilihat dari modus operandi yang dijalankan, jaringan bandit asing terstruktur rapih mulai dari sponsor, agen, serta kaki tangan yang menyediakan fasilitas di Indonesia. Kemungkinan mereka masuk menggunakan visa kunjungan, lalu ditampung di rumah mewah yang telah disediakan oleh sponsor. Berkali-kali digerebek, hanya gerombolan penipu tersebut yang kena sanksi dideportasi. Tapi siapa sponsor yang mendanai mereka, dan siapa otak dari jaringan tersebut tidak pernah terungkap.

Kita tentu tidak ingin negara ini dianggap negara lain sebagai ‘tempat sampah’ penampungan penjahat asing. Karena itu, aparat lintas sektoral punya tanggung jawab mencegah berulangnya kasus seperti ini. Polisi harus mengusut siapa sponsor dan pelindung mereka. Tangkap dan bawa ke meja hijau.  Sedangkan Pihak Imigrasi juga dituntut meningkatkan pengawasan bagi warga asing yang datang berkedok sebagai turis.

Pemerintah provinsi mulai dari tingkat kelurahan hingga RT juga harus bertanggung jawab. Sangat mengherankan bila keberadaan warga asing dalam jumlah banyak di satu rumah tidak terdeteksi. Mereka tidak terjamah Operasi Bina Kependudukan (Biduk), padahal bermukim di satu rumah selama berbulan-bulan.  Tindakan preventif serta represif jangan berhenti dilakukan. Malu bila negeri ini dianggap sebagai ‘markas’ penjahat asing. **