Thursday, 05 December 2019

Jaga Harga Pangan

Jumat, 29 November 2019 — 7:59 WIB

SUDAH menjadi rutinitas, fluktuasi harga kebutuhan pokok begitu tajam menjelang hari-hari besar, seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Menjelang akhir tahun ini, harga sembako diprediksi juga bakal naik. Dalam sepekan ini harga-harga kebutuhan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta masih relatif stabil.

Menjelang awal Desember ini beberapa komoditas yang sudah naik di antaranya telur ayam ras, telur ayam ras, bawang merah,  dan minyak curah. Kenaikan mencolok terlihat pada komoditas bawang merah, yaitu sebesar 21,5% dari Rp22.750/kilogram menjadi Rp 27.649/kilogram.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina menilai nilai kenaikan empat komoditas tersebut masih dalam taraf wajar. Kemarau panjang dianggap jadi salah satu alasan harga beberapa komoditas naik. Meski dinilai masih wajar, pemerintah hendaknya cepat mengantisipasi gejala kenaikan harga dan menjamin stok pangan menjelang akhir tahun ini.

Harga komoditas dipengaruhi oleh suplly (penawaran) dan demand (permintaan). Menyambut Natal dan Tahun Baru, permintaan kebutuhan bahan pokok dipastikan melonjak. Dalam situasi inilah mafia pangan kerap mencari kesempatan meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan memainkan harga. Menimbun bahan kebutuhan dan baru dilepas ketika barang langka dan harga-harga naik.

Celakanya, pemerintah kerap lamban mengantisipasi gejolak harga. Kartel-kartel pangan lebih cepat bergerak menguasai pasar dan mengatur harga. Mengantisipasi ulah curang kartel-kartel pangan, tim satgas lintas instansi baik pusat maupun daerah, dituntut cepat mengantisipasi. Para pemangku mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, BUMN serta KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) harus jemput bola.

Pemantauan terhadap pelaku usaha, mulai dari hulu di tingkat produsen hingga hilir di tingkat konsumen harus dilakukan sejak dini. Jangan kalah langkah dengan mafia pangan. Kasus yang terjadi tahun-tahun sebelumnya, di mana kartel pangan menguasai pasar, harus menjadi pelajaran.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, Satuan Perangkat Daerah (SKPD) serta BUMD mesti berlari kencang mencegah bermainnya mafia pangan.  Stok pangan harus dijamin tersedia serta harga kebutuhan tetap terjaga, supaya masyarakat tidak panik. **