Tuesday, 10 December 2019

Ratusan Perahu Sudah Siap, Puncak Nadran Digelar Minggu Pagi Ini

Minggu, 1 Desember 2019 — 6:03 WIB
Ratusan perahu nelayan dihias  ditambat di Sungai Eretan menunggu puncak Nadran, Minggu (1/12/2019). (taryani)

Ratusan perahu nelayan dihias ditambat di Sungai Eretan menunggu puncak Nadran, Minggu (1/12/2019). (taryani)

INDRAMAYU – Jelang pelaksanaan upacara adat Nadran atau Syukuran Nelayan anggota KUD Mina Bahari Desa Eretan Kulon, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, ratusan perahu nelayan ramai-ramai dihias.

Upacara Nadran atau biasa disebut Pesta Laut  di KUD Mina Bahari Desa Eretan Kulon sesuai rencana akan dilangsungkan pada hari Minggu (1/12/2019).

Akan tetapi para nelayan dalam beberapa hari terakhir ini sudah mempersiapkan diri demi suksesnya pelaksanaan upacara  adat Nadran. Pengeluaran dana untuk menghias perahu atau kapal nelayan cukup besar. Jumlahnya dari  ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Perahu dan kapal nelayan yang selesai dihias itu ditambat atau diparkir dan dijaga nelayan. Makanya tidak heran jika di sepanjang Sungai Eretan yang merupakan  wilayah perbatasan antara Desa Eretan Wetan dengan Desa Eretan Kulon terlihat  perahu dan kapal hias dengan penuh warna warni dan pernik-pernik hiasan.

Pesta Laut ini merupakan keinginan para nelayan. Hal ini sebagai wujud syukur para  nelayan atas berkah pekerjaan yang mereka lakukan di laut. “Ya wajar lah setahun sekali kita merayakan Nadran. Walaupun biaya penyelenggaraan Nadran lumayan besar, tapi ikhlas demi keselamatan dan berkah,” kata Aji, 36 seorang nelayan.

Puncak acara Nadran ditandai dengan upacara pelarungan sesaji yang diangkut miniatur perahu  ke tengah laut. Sebelum dan sesudah Pesta Laut diadakan berbagai hiburan. Misalnya pementasan wayang kulit semalam suntuk, musik organ, sandiwara dan kesenian tradisional lainnya.

Umumnya kapal atau perahu nelayan yang sudah selesai dihias pada malam hari sebelum puncak acara Nadran dilakukan melekan para anak buah kepal atau bidak, juru kemudi, juru mesin, nahkoda dan pemilik kapal atau juragan. “Maksud diadakannya melekan semalam suntuk  di atas perahu atau kapal ini  untuk menjaga agar jangan sampai ada tangan jahil merusak hiasan,” katanya.

Biaya menghias kapal atau perahu kan katanya cukup besar. Oleh karena itu perlu dijaga. Jangan sampai ada tangan jahil yang datang merusak hiasan. Hiasan perahu atau kapal terdiri dari aneka jenis buah-buahan, makanan kering, rokok, nasi tumpeng, aneka minuman ringan dan sebagainya.

Pelaksanaan Nadran atau Syukuran Nelayan anggota KUD Mina Bahari Desa Eretan Kulon dilaksanakan rutin setiap tahun. Pihak pengurus koperasi sudah menganggarkan dana untuk penyelenggaraan upacara itu.

KUD Mina Bahari termasuk koperasi nelayan yang sehat dan  besar,  dengan jumlah anggota yang mencapai ratusan orang. Anggota koperasi ini adalah para nelayan yang rutin melaksanakan pelelangan hasil tangkapan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI)  milik KUD Mina Bahari. (taryani/win)