Monday, 09 December 2019

Mencoba Melarikan Diri, Pengedar 158 Kg Sabu Ditembak Polisi

Senin, 2 Desember 2019 — 20:48 WIB
ditembak4

JAKARTA –  Polri telah menggagalkan penyelundupan 158 kilogram sabu. Sabu asal Myanmar itu akan disebar pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru di seluruh wilayah Jakarta. Pelakunya pengedaran, EF, telah ditangkap, tapi nyawanya tak tertolong.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (dittipid) Mabes Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan,  awalnya petugas meringkus EF dan didapat barang bukti sabu 15 kg. Lantar menggeledah rumahnya, didapati 118 kg. Saat mobilnya diperiksa, di sana ditemukan 25 kg sabu. Total jadi 158 kg.

Saat itu petugas masih berupaya melakukan pengembangan lain dengan menunjukan tempat penyimpanan sabu lainnya, EF mencoba melarikan diri.

Tembakan peringatan yang diletuskan petugas tak dihiraukan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. “Namun pada saat dibawa ke rumah sakit nyawa tersangka tak tertolong,” ujarnya.

Eko pun mengakui bahwa pada akhir tahun memang peredaran narkoba marak. Khususnya kota jakarta, masih menjadi market utama pemasaran narkoba. “Ini semuanya (sabu 158 kg), akan diedarkan di Jakarta menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru” ujarnya.

(Baca: Dikendalikan dari Lapas, 158 Kg Sabu Siap Disebar Saat Perayaan Nataru)

Brigjen Eko menambahkan, hingga saat ini 90 persen peredaran narkoba di Indonesia justru dikontrol terpidana yang mendekam di penjara. Meski sudah kerap kali dibahas melalui pertemuan rutin, namun masih ada saja pengendali yang bebas menjalankan bisnis haramnya.

“Kita setiap bulan ada pertemuan yang, di situ ada Dirjen PAS, Dir Narkoba, BNN, Kejaksaan Agung, dan MA. Semua duduk bersama membicarakan,” ungkapnya.

Para penjahat kambuhan itu masih dapat menjalankan bisnisnya dari penjara karena memiliki akses menggunakan handphone. Ia pun yakin bila para terpidana satu hari saja tak memiliki akses menggunakan handphone, peredaran narkoba di Indonesia dapat berkurang.

“Minimal satu atau dua hari tidak ada telepon yang keluar dari LP (Lapas) berarti sudah bisa menekan angka masuknya barang haram ke Indonesia,” pungkasnya. (Ifand/win)