Saturday, 07 December 2019

Dituduh Sebarluaskan Materi Rapat, Fraksi PSI Cekcok dengan PDIP

Jumat, 6 Desember 2019 — 13:29 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Komisi C, Anthony Winza.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Komisi C, Anthony Winza.

JAKARTA – Rapat Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam, diwarnai cekcok antara anggota Fraksi PDI-Perjuangan, Cinta Mega dengan anggota Fraksi PSI, Anthony Winza.

Percekcokan kedua anggota dewan itu berlangsung saat rapat membahas anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) dengan PDAM. Saat itu Cinta meminta Anthony tidak menyebarluaskan pembahasan rapat kepada awak media dan langsung disanggah oleh Anthony dengan nada tinggi.

Anthony mengaku kaget dituding menyebarkan pembahasan rapat kepada wartawan. Menurutnya, salah satu media online mengutip pernyataan dirinya berdasarkan hasil rapat yang digelar terbuka untuk umum.

Statement itu saya utarakan di dalam rapat. Jadi ketika kita buka anggaran di dalam rapat diprotes, buka di luar rapat diprotes, saya jadi bingung, harus buka di mana lagi. Tadi saya benar-benar di rapat dan saya nggak pernah share rilis apapun ke media,” kata Anthony saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Menurut Anthony, wartawan media online tersebut hadir dalam rapat yang digelar secara terbuka. Dia membantah tudingan telah menyerahkan rilis ke media manapun.

“Jadi itu tuduhan yang serius. Saya jadi bingung juga harus bagaimana. Kok menuduh sesuatu yang di luar konteks rapat di depan hadirin yang sangat terhormat,” ucap Anthony.

Anthony pun menyinggung anggota Fraksi PSI, William Aditya Sarana, yang dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) karena menyampaikan kritik di luar rapat dugaan anggaran janggal pengadaan lem aibon dan pulpen dalam KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) untuk APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) DKI 2020 hingga dinyatakan bersalah oleh BK.

Dia mengaku tidak takut jika dilaporkan ke BK seperti halnya William, karena tidak merasa melakukan kesalahan dan apa yang disampaikan sudah pada tempatnya, rapat terbuka.

“Sekarang saya buka dengan sangat terhormat lho, di dalam rapat, saya belum pernah ngomong ke media tentang itu, disikat lagi dan dituduh nyebarin. Kalau masalah takut dilaporin ke BK atau dilaporin ini itu, saya pikir nggak ada yang perlu ditakuti,” tegas dia.

Dengan kejadian itu, Anthony mengaku akan tetap bersikap kritis. Dia juga telah dipanggil oleh Ketua Komisi C Fraksi PAN, Habib Muhammad Bin Salim Alatas untuk konsolidasi internal diminta tidak kembali ribut ketika rapat. Selain itu, dia akui telah kembali akur dengan Cinta Mega.

“Kalau saya merasa akur-akur saja, saya hanya melaksanakan apa yang menjadi suara rakyat dan saya mencoba membukanya kali ini dalam rapat dulu. Saya juga nggak tau masalahnya apa,” tandas Anthony. (yendhi/ys)