SUKABUMI – Produksi sampah di Kota Sukabumi per harinya mencapai 171 ton. Kondisi itu sangat berdampak pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cikundul. Diprediksi kapasitas TPA tersebut hanya mampu bertahan sampai dengan Desember 2019.
Menurut Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, salah satu upaya untuk mengatasi masalah itu, di antaranya dengan mengurangi sampah plastik yang mencapai sekitar 60 persen dari total produksi sampah.
“Yakni setiap masyarakat yang berbelanja ke pasar atau ke pusat perbelanjaan harus membawa kantong sendiri dari rumah,” kata Fahmi.
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat mencabut paku di pohon. (ist)
Di lain sisi, sambung Fahmi, setiap daerah kabupaten dan kota harus memiliki sekitar 30 persen RTH (Ruang Terbuka Hijau). Yakni 20 persen dibangun oleh pemerintah dan 10 persen oleh privat atau pribadi.
“Dari target RTH tersebut, di Kota Sukabumi baru memiliki sekitar 12 persen. Oleh karenanya, upaya menjaga pohon harus terus dilakukan, supaya bisa tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Dijelaskan pula, aksi mencabut paku di pohon menjadi stimulans bagi masyarakat, untuk terus peduli terhadap alam dan lingkungan. “Sebab paku yang ditancapkan di pohon dapat mengganggu dan membunuh pohon,” tukasnya. (sule/ys)