Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau ini sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!

Sunday, 15 December 2019

UN Akan Dihapus, PGRI: Jangan Coba-Coba

Sabtu, 14 Desember 2019 — 16:29 WIB
Ketua PB PGRI masa bakti XII, Didi Suprijadi. (ikbal)

Ketua PB PGRI masa bakti XII, Didi Suprijadi. (ikbal)

JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan, termasuk mengganti sistem ujian nasional (UN). Ketua PB PGRI masa bakti XII, Didi Suprijadi mengatakan perlu ada kajian sehingga kebijakan tersebut tidak berubah-ubah.

“Jangan coba-coba. Perlu kajian. Kami dari PGRI setuju-setuju saja (hapus UN) tapi harus hati-hati. Dari pengalaman, pada periode lalu geger juga ini masalah UN. Ujung-ujungnya menteri di ganti, menteri baru ribut lagi,” katanya dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/13/2019).

Didi menjelaskan, penghapusan UN sejalan  dengan hasil survei yang dilakukan PGRI pada 2012 lalu. Komponen sekolah yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas sebagian besar, yakni 70 persen, sepakat UN dihapus.

Namun menurut Didi, ada persoalan yang menjadi dasar pelaksanaan proses pendidikan yang belum disentuh Nadiem, yakni kesejahteraan guru. Dia menjelaskan guru merupakan ujung tombak kebijakan pendidikan, namun jika guru kurang diperhatikan maka kebijakan itu tidak bisa dilaksanakan dengan baik.

“Mohon maaf, Pak Nadiem ini saya akui terobosannya. Tapi dia lupa bahwa yang menjalankan UN, menjalankan kurikulum itu guru, dia tidak tahu siapa guru itu,” katanya. “Ini UN, Ebtanas macam-macam kan sudah enam kali berganti nama, begitu-begitu saja karena lupa ada  peran dari UN, pendidikan itu ya guru. Kalau gurunya tidak dibenahi. Guru DKI gaji Rp15 juta. Guru Tangerang nggak sampai segitu. Guru honorer, mohon maaf cuma 300 ribu. Bagaimana guru bisa bicara assesment kalau dianya sendiri masih lapar,” imbuh Didi.

Diketahui, Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan berencana mengevaluasi pelaksanaan USBN. Mendikbud Nadiem menyebut, mulai 2021 sistem UN diganti menjadi assessment (penilaian) kompetensi minimum dan survei karakter. (ikbal/mb)