Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Tuesday, 17 December 2019

Isu Politik Dinasti Bisa Ancam Gibran di Pilkada

Senin, 16 Desember 2019 — 14:43 WIB
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat memaparkan temuannya. (ikbal)

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat memaparkan temuannya. (ikbal)

JAKARTA – Isu politik dinasti bisa menjadi ganjalan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo. Menurut survei yang dilakukan Median pada 3 Desember hingga 9 Desember dengan 800 responden, terdapat 41,6 persen menyebut niat Gibran bertarung di Solo merupakan bentuk dinasti politik mengingat dia merupakan putra Presiden Joko Widodo.

Meskipun 55,5 persen koresponden menganggap bukan dinasti politik dan 2,9 persen menjawab tidak tahu, isu politik dinasti harus dikelola kubu Gibran. Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan isu tersebut perlu dikendalikan karena isu dinasti politik masih dimaknai konotatif di Indonesia.

“Kalau Dinasti politik membesar akan mengancam elektabilitas Gibran. Kalau isu bisa dikendalikan mungkin saja Purnomo bisa dikalahkan,” ujarnya saat memaparkan temuannya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Diketahui pada survei yang sama popularitas Waki Walikota Solo, Achmad Purnomo unggul dengan 94.5 persen dibanding Gibran dengan 82,3 persen. Popularitas keduanya masih jauh unggul dibanding dengan tokoh yang dianggap berpotensi maju, yakni Teguh Prakosa, Dinar Retna Indasari dan  Paundara Sukmaputra.

Rico menambahkan pemilih Gibran berasal dari pemilih pemula dan milenial. Sedangkan pemilih Purnomo merupakan pemilih matang secara usia.

“Pada pemilih usia 17-19 tahun, Gibran unggul dengan 40 persen. Dan pada usia 20-29, pemilih memilihi Gibran dengan 45,8 persen. Sedangkan pemilih dewasa secara usia, yakni di atas 29 tahun lebih memilih Achmad Purnomo,” jelas Rico. (ikbal/mb)