BEKASI – Hari kerja pertama sejak dioperasikannya Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated II), tidak banyak berpengaruh dengan kepadatan di ruas Jalan Tol bawahnya, “Sama seperti sebelum dioperasikannya jalan layang,” ujar Heri, sopir truk pabrik plastik, Senin (16/12/2019).
Menurutnya kemacetan di KM 14 hingga 39 masih terjadi terutama di setiap pertemuan gerbang,”Nganter barang ke Bandung dari Cibitung, sama seperti jalan tol layang belum dioperasikan. Tetep Macet di KM 32 dan KM 39,” ujar warga Mangunjaya, Tambun Selatan ini.
Pengamatan Pos Kota kepadatan masih terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek, pada KM 15, KM 22, KM 29 dan KM 39. Kepadatan lalu-lintas sama seperti hari-hari sebelumnya,”Padat di dua arah dari Cikampek maupun dari Jakarta,” ujar Heri.
Sejak Minggu (15/12/2019) pagi sekitar pukul 06.05 WIB, jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek bisa digunakan atau dilewati kendaraan golongan 1 non bus. Untuk sementara, pengoperasian jalan tol ini tanpa tarif atau gratis.
Kendaraan yang melintas di Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek (Elevated II) , masih sedikit, selain karena hari libur juga jalan itu dinilai terlalu panjang dan kebanyakan pengendara harus keluar di gerbang tol sebelum Karawang Barat dari arah Jakarta dan Cikunir, dari arah Cikampek.
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru mengatakan dengan kondisi seperti ini, maka rasio antara kapasitas jalan dengan volume kendaraan (VC Ratio) akan meningkat.
Sejumlah pengendara masih mengeluhkan getaran pada sambungan girder (expansion joint) masih terasa sedikit ketidakrataannya. Selain itu jalan yang bergelombang juga dikeluhkan mengingat pandangan ke depan selalu terhalang lengkungan atas jalan.
Sementara itu Pimpinan Proyek Area 1 PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Prajudi mengatakan bahwa jalan tol layang tersebut dibuat tidak terlalu tinggi dari ruas tol yang ada di bawahnya atau mengambil clearence minimal yakni 5,1 meter, “Waktu melewati jembatan, maka ditinggikan. Pokoknya jarak [clearence] harus 5,1 meter,” ujarnya.
Selain itu, Prajudi juga menambahkan setelah diresmikan hingga waktu pembukaan untuk publik, jalan tol layang Jakarta—Cikampek (Japek) mendapat sentuhan terakhir pada sarana dan prasarana pendukung. (saban/win)