MENGABDIKAN diri di masyarakat tak memandang usia. Seperti Tuti Sutirah (53). Di usianya yang memasuki senja ia malah getol berperan dalam dunia sosial kemasyarakatan.
Bahkan, a pun rela meninggalkan dunia pendidikan demi berkiprah di dunia Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan aktivitas sosial lainnya. “Saya bersyukur bisa aktif di bidang sosial kemasyarakatan. Hidup saya memang di tengah-tengah masyarakat,” kata warga RT 04 RW 04 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat ini saat disambangi Pos Kota di RPTRA Smart Meruya Utara, kemarin.
Ia menuturkan sempat melanjutkan pendidikan di bidang Jurusan Psikologi D3 di Bandung, namun mengalah mundur agar keenam adik lainnya bisa sekolah. Anak ke-6 dari 12 bersaudara ini lalu menikah pada usia 24 tahun. Tuti diboyong suami ke Jakarta dan tinggal di Meruya Utara.
Banyak waktu luang, Tuti melamar dan diterima mengajar di SD Meruya Utara 01. Ia tujuh tahun mendidik murid kelas 4 dan kelas 6 sejak 1991. Mulai 1998 bergabung di PKK. Tepatnya di Kelompok Kerja (Pokja) 2 yang menangani pendidikan dan PAUD binaan kelurahan. Ia terpilih sebagai Ketua Pokja 2 PKK Kelurahan Meruya Utara.
Meski sudah memiliki dua anak, aktivitas Tuti di masyarakat justru bertambah. Ia pun aktif sebagai Kader Posyandu, Kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Kader Sosial. Sebagai Kader Sosial, ia getol bersama petugas terkait menertibkan anak-anak punk dan mengirimnya ke panti sosial. Pun kerap mencari warga yang mengalami gangguan jiwa di wilayahnya untuk dibawa ke rumah sakit jiwa.
Selama 17 tahun suami sebagai Ketua RT 04, justru Tuti yang banyak berperan membantu tugas-tugas di masyarakat. Mulai mengurus sampah, keamanan lingkungan seraya berkoordinasi dengan petugas hansip setempat serta urusan administrasi RT.
Semua itu dijalani Tuti dengan senang hati dan bersyukur bisa meringankan tugas suami yang sehari-harinya bekerja di perusahaan konstruksi. Ia juga bersyukur dan berterima kasih atas kerja sama dan dukungan warga selama sang suami menjabat Ketua RT sehingga kegiatan warga berbasis RT berjalan lancar.
“Alhamdulillah suami dan kedua anak saya sangat pengertian dan mendukung saya untuk aktif di bidang sosial kemasyarakatan. Toh tugas sebagai ibu rumah tangga dan istri tetap nomor satu,” tandasnya.
Setelah mengenyam asam garam di dunia PKK, Tuti merambah ke dunia Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada 2015. Ia melamar ke Pemprov DKI Jakarta di tahap perdana RPTRA diluncurkan di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Lulus dari beberapa seleksi ketat dan bersaing dengan peserta yang usianya lebih muda, Tuti terpilih sebagai kordinator RPTRA Smart Kelurahan Meruya Utara.
TIM SOLID
Di RPTRA Smart, nenek satu cucu ini bekerja sama dengan lima pengelola yang mayoritas jauh lebih muda usianya. Namun Tuti sangat supel dan mampu menjalin komunikasi sehingga terbentuk kerjasama tim yang solid.
Bertugas sebagai pengelola RPTRA, penggemar makanan serba keju ini melayani pengunjung mulai ibu hamil, balita, remaja hingga kalangan lansia. Tuti bersama kelima pengelola RPTRA turun langsung membersihkan area publik seluas 5.500 meter persegi itu. Ia juga menyikat kamar mandi agar pengunjung nyaman, termasuk bagi pengelola RPTRA tentunya. Sehari-harinya dua petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPS) Kelurahan Meruya Utara dikerahkan untuk membantu bersih-bersih di sarana interaksi publik tersebut.
MELIBATKAN PENGUNJUNG
Toh Tuti juga melibatkan para pengunjung supaya tetap peduli akan kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Di RPTRA Smart tersedia 20 tempat sampah dan untuk monitoring kondisi lingkungan dipantau empat monitor kamera pengawas (CCTV). Wadah publik ini buka setiap hari mulai pkl: 05.00-19.00 dengan tersedia berbagai fasilitas seperti aula, ruang perpus, taman refleksi, ampitheater, lapangan futsal, taman hidroponik dan toilet.
Di luar kesibukannya sebagai kordinator pengelola RPTRA dan di aktivitas sosial kemasyarakatan, Tuti tetap meluangkan waktu khusus dengan keluarga, khususnya dengan sang suami. Minimal sebulan sekali penggemar olah vokal ini bersama suami ke karaoke untuk refreshing dan agar tetap romantis. (rachmi/ruh)