Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Tuesday, 17 December 2019

Menjadi RW Bayar Rp15 Juta Memangnya Itu Lahan Basah?

Selasa, 17 Desember 2019 — 6:43 WIB
rw

DI daerah Kecamatan Jatiasih, Bekasi, ikut pemilihan Ketua RW harus bayar Rp 15 juta. Padahal,  di Jakarta, jangankan bayar berjut-jut, gratis saja kebanyakan ogah. Jadi RW sampai bayar sebegitu banyak, bisa terjebak pada RW transaksional. Di daerah tertentu –yang basah– jabatan RW memang jadi lahan cari uang, bukan lagi pengabdian.

Beberapa hari lalu viral di medsos, di RW 06, Kelurahan Jatiluhur,  Kecamatan Jatiasih, panitia mewajibkan peserta bayar Rp 15 juta untuk biaya penyelenggaraan.

Karena sudah kesepakatan, kontestan mau saja. Mereka memaklumi, sebab pemilihan RW tak ada anggarannya dari Pemkot. Boro-boro membiayai pemilihan RW, honor RW saja hanya Rp 700.000,- sebulan.

Bagi orang Jakarta, aneh rasanya menjadi RW kok harus bayar. Sedangkan,  yang gratis saja, banyak yang ogah jadi RT maupun RW. Mereka mau jadi RT-RW, biasanya karena “ditodong”, lantaran yang punya kans terpilih malah memilih tidak hadir dalam pemilihan.

Menjadi RW sampai membayar berjut-jut, salah-salah menjadikan dia Pak RW yang transaksional. Artinya, lembaga RW dijadikan ajang untuk mencari uang. Ada yang malaki PKL, ada pula manfaatkan HUT RI untuk cari sumbangan ke warga. RW-nya aktif sendiri cari sumbangan, tapi tak semuanya  diserahkan ke bendahara. Alasannya  untuk belanja ini itu, tapi tak ada bukti kwitansi.

Jaman Ahok masih Gubernur DKI Jakarta, dia perintahkan lurah untuk pecat RW yang nakal. Sebab jadi RW itu kerja sosial, tak boleh cari hidup dari lembaga RW. Jika sekedar biaya operasional, Pemprov DKI memang menyediakan, sebulannya sekarang Rp 2,5 juta.

Di tahun 2016 Ketua RW 04 Kelurahan Cengkareng, Jakbar,  dicopot gara-gara membekingi PKL dan bangunan liar.  Sebenarnya RW-RW nakal bisa ditemukan di sana sini, hanya karena warganya pemaaf, “kasus” itu tak mencuat di permukaan.

Misalnya, pernah ada lho di Jakarta Timur, Ketua RW dapat dana CSR dari PLN Peduli untuk bikin gapura (pintu gerbang) sebanyak Rp 70 juta. Tapi gapura itu dibangun sendiri oleh Pak RW tanpa dibentuk panitia. Hasilnya, wujud bangunan sama sekali tak sebanding dengan dana yang dikeluarkan PLN. – gunarso ts