Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Friday, 20 December 2019

Dirjen PAS Tolak Tudingan Pengendali Narkoba ada di Dalam Penjara

Kamis, 19 Desember 2019 — 23:07 WIB
Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami. (ikbal)

Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami. (ikbal)

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana (dittipid) Narkotika Mabes Polri, menyebut para pengendali masih bebas menjalankan aksinya dari dalam penjara. Atas hal itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menampik tudingan tersebut.

Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami mengatakan, tidak benar kalau semua pengendali yang selama ini disebut ada didalam lapas. Ia menyebut, pengedar atau bandar kecil saat ditangkap berdalih narkoba yang mereka edarkan milik narapidana agar polisi tak mendalami kasusnya.

“Jadi begini, kalau kami berpikir bukan tidak mungkin yang tertangkap di luar, kemudian melempar permasalahan ke dalam Lapas,” katanya, di kantor BNN Cawang, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, ungkapan itu muncul karena 48,1 persen penghuni Rutan dan Lapas di seluruh Indonesia, merupakan tahanan kasus penyalahgunaan narkotika. Dimana dari 130 ribu tahanan penyalahguna narkotika di Rutan dan Lapas, 70 ribu di antaranya adalah pengedar, bandar, dan penadah.

“Jadi ketika mereka yang baru atau lama untuk memutuskan pendalaman perkaranya, bisa saja bilang bahwa itu pesanan dari dalam (penjara),” ujarnya.

Meski begitu, Utami mengakui masuknya handphone dalam Rutan dan Lapas masih terjadi. Hal itu disebabkan karena keterbatasan jumlah petugas Sipir yang mengawasi. “Jadi ini butuh satu keuletan, kecerdasan kita untuk mengurai masalah ini. Tapi fakta di dalam jumlahnya besar, 70 ribu lebih,” tuturnya.

Ketika disinggung masalah  program revitalisasi Rutan dan Lapas, Utami mengaku hingga kini urung berhasil dan kewalahan merealisasikan janjinya. Ia menyebut, program itu masih terus berjalan meski sebelumnya ia mengaku siap mundur bila setahun tak terlaksana.

“Sekarang sedang dalam proses memang tidak mudah. Dukungan, SDM (sumber daya manusia), sarana prasarana kemudian metode, anggaran dan seterusnya,” terangnya.

Utami juga tak gamblang menyebut sudah berapa persen realisasi janjinya kini dan Rutan atau Lapas mana yang revitalisasinya sudah rampung. Ia hanya menuturkan kendala revitalisasi yakni berlebihnya jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan dan Lapas.

“Butuh satu tahapan yang tidak bisa kita lakukan lompatan. Karena kita melakukan aktivitas yang menyebabkan gangguan kamtib (keamanan dan ketertiban),” pungkasnya. (Ifand/win)