JAKARTA – Petugas Unit Narkotika Polda Metro Jaya, menembak mati seorang bandar yang kedapatan membawa ganja sebanyak 210 kilogram (kg). Barang haram yang ditemukan petugas di dalam mobil pelaku, rencananya akan disebar untuk perayaan tahun baru mendatang.
Wakil Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Marpaung mengatakan, pihaknya memberikan tindakan tegas terhadap DS (36), karena berupaya melawan petugas. Pria itu menghembuskan nafas terakhirnya karena kehabisan darah. “Saat kami bawa ke RS Polri untuk mendapatkan pertolongan, korban sudah tak bernyawa,” katanya, Selasa (24/12/2019).
Menurut Sapta, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan pengedar narkoba berinisial DM (38), dan (DS), (36), di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (20/12/2019) lalu.
Keduanya ditangkap akan mengirim ganja ke beberapa wilayah di Pulau Jawa. “Mereka berdua adalah pengedar narkoba jaringan Sumatera-Jawa,” ujarnya.
Saat ditangkap, kata Sapta, petugas menemukan 210 kilogram ganja yang disembunyikan di dalam mobil mereka. Barang haram itu diakui pelaku akan diedarkan pada malam pergantian tahun 2020 di wilayah Jakarta.
“Karena tahun baru, permintaan juga meningkat, makanya mereka melakukan berbagai cara untuk membawa masuk ganja ke Jakarta,” terangnya.
Tak puas dengan hasil tangkapannya, sambung AKBP Sapta, tim melakan pengembangan untuk menunjukan rumah pelaku lainnya berinisial D. Namun, saat itulah DS berusaha melarikan diri dan melawan anggota polisi.
“Dengan tindakan tegas terukur, DS dilumpuhkan. Saat mau dibawa ke rumah sakit, dia meninggal dunia,” ungkap mantan Kasat Reskrim Jakarta Timur ini.
Saat ini, terang Wadir, pihaknya masih memburu keberadaan tersangka D yang diketahui sebagai pemasok narkoba jaringan Sumatera-Jawa. Tersangka D memperoleh narkoba jenis ganja dari Aceh. “Tim masuk terus bergerak memburu satu pelaku yang masih buron,” tambahnya.
Sapta menambahkan, tersangka DS merupakan residvis kasus serupa yakni penyalahgunaan narkoba. Dimana pria ini diketahui pemain narkoba antar provinsi, dan sudah empat kali memasukkan barang dari Sumatera ke Jakarta. “Pemain lama, apalagi dia (DS) sudah beberapa kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama,” ungkap Sapta.
Dan menjelang malam pergantian tahun, tambah Sapta, pihaknya terus berupaya mengantisipasi pengiriman barang haram itu. Pasalnya, ia juga menilai ada kemungkinan peningkatan jumlah narkoba yang masuk ke Jakarta. “Makanya, kami terus mengantisipasi dengan melakukan operasi, yang melibatkan banyak pihak,” pungkasnya. (Ifand/win)