Sunday, 18 November 2018

Termasuk Diare

Memasuki Kemarau Waspadai ISPA

Selasa, 31 Juli 2012 — 22:26 WIB
ilusispa

SUKABUMI (Pos Kota) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare. Terlebih, kedua wabah penyakit ini acapkali meningkat memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Sukabumi, untuk kasus ISPA sejak awal tahun hingga fluktuatif. Pada Januari 6.565 orang penderita, Februari sebanyak 6.470 kasus, Maret sejumlah 5.882 kasus, April sebanyak 4.403 kasus, Mei sebanyak 5.640 kasus. Terakhir bulan Juni warga yang mengidap penyakit ISPA mencapai 5.917 orang. Sementara untuk data pada Juli 2012, dinkes masih melakukan pendataan.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M), Dinkes Kabupaten Sukabumi, Yogi Rosbianto menjelaskan total kasus ISPA dari Januari hingga Juni telah mencapai 32.832 orang. Apabila dirata-ratakan, kasus ISPA per bulannya sekitar 5.472 orang.

Menurut Yogi, potensi penyebaran penyakit ISPA pada saat musim kemarau, kian meningkat. Soalnya, banyaknya debu yang berterbangan di pinggiran jalan maupun tempat tinggal warga menjadi salah satu penyebab penyakit pernapasan.

“Kami mengingatkan agar warga pada musim kemarau meningkatkan kewaspadaan. Dengan begitu bisa meminimalisir penyakit ISPA,” ingat Yogi.

Tak hanya ISPA, kata Yogi, penyakit lainnya yang perlu diwaspadai pada musim kemarau adalah penyakit diare. Dijelaskan Yogi, periode Januari hingga Mei 2012, jumlah warga yang menderita penyakit diare mencapai 28.960 orang dan tiga warga meninggal dunia.

“Termasuk penyakit diare harus diwaspadai pada musim kemarau sekarang ini,” tandasnya. (sule)