Sunday, 21 April 2019

Sarana dan prasarana sangat lemah

Persiapan BPJS Mencemaskan

Jumat, 24 Mei 2013 — 13:48 WIB
ilussehat

JAKARTA (Pos Kota) – Pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai layanan kesehatan rakyat secara gratis tinggal dalam hitung bulan. Tapi, belum tampak persiapannya yang sungguh-sungguh, bahkan sangat mencemaskan.

“Awal tahun depan, BPJS diluncurkan, tapi, sarana dan prasarana masih sangat lemah. Jumlah bidan dan perawat masih sangat kurang. Padahal, nanti begitu digelar, rakyat pasti berbondong-bondong untuk berobat gratis,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Irgan Chairul Maghfis, dalam diskusi di DPR, Kamis (23/5).

Irgan juga melihat aturan-aturannya belum lengkap, sosialisasi ke masayarakat belum memadai, berbagai rumah sakit juga belum siap. PT Askes dan pemerintah seperti tidak ada niatan untuk cepat bertindak.

KESAMAAN IDEOLOGI

Anggota Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka menegaskan, usaha mengatasi rakyat sakit di Indonesia dibutuhkan kesamaan ideologi dan nasionalisme. Menurut dia, membantu dan mengabdi kepada rakyat itu khususnya dalam menangani kesehatan itu sebagai amanat pendiri bangsa ini. BPJS ini salah satu solusinya, yang perlu komitmen pemerintah.

“Persoalannya mau atau tidak? Jangan selalu beralasan masalah dana, karena Aceh Darussalam dengan program yang sama dengan premi Rp 17.000,-, Pemda Purwakarta, dan Jakarta, sendiri bisa. Rumah Sakit pun tak perlu takut, karena tetap dibayar, dan itu tak akan membuat RS bangkrut,” tegasnya.

Anggota Fraksi Golkar Poempida Hidayatullah menyayangkan Menteri Kesehatan (Menkes) yang sampai hari tidak terbuka terhadap data-data yang dibutuhkan DPR, terkait penyakit apa saja yang mayoritas diderita rakyat, obat apa saja yang banyak dibutuhkan, berapa dana yang diperlukan, dan sebagainya harus dilakukan dengan transparan.

“Komisi IX DPR optimis BPJS ini akan terlaksana, dan hanya berbeda persepsi dengan pemerintah dalam pelaksanaan Januari 2014nanti,” katanya. (winoto/bu/o)