Monday, 24 September 2018

Dialog Imajiner Dalam Sel

Jumat, 14 Maret 2014 — 2:33 WIB
SS-Soes14M-n

“HE, lo masih kecil jadi maling. Gimana kalau besar nanti, jadi pejabat, lo pasti jadi koruptor!” hardik seorang napi pada lelaki belia seumuran pelajar SMP yang baru saja divonis hakim karena mencuri.

“Kenapa lo mencuri?”kata si napi tadi, yang katanya ‘jagoan’ sel tersebut.

“Lapar. Saya nyuri buat makan,Bang,” ujar si anak lelaki itu dengan gemetar.

Buat si jagoan, itu adalah alasan klise. Selalu saja, para maling yang tertangkapdan masuk dalam sel itu beralasan sama. ‘Saya lapar. Anak istri juga harus makan. Saya pengangguran. Saya nggak bisa kerja!’

SS-Soes14M-475

Lelaki, si ‘jagoan’masih pasang wajah marah. Bukan marah pada anak kecil di depannya, yang katanya ketika ditangkap,babak belur dihajar massa karena mecuri HP.  Dia memang baru belajar. “Ya, nasib lo Tong, kita ini memang orang-orang kecil, nggak punya kemampuan apa-apa selain mencuri. Ya, salahnya yang kita curi kadang milik orang kecil, yang nggak punya juga ya. Jadi bikin marah mereka?”ujar lelaki itu dengan nada parau.

“Ya, tapi kita masih bisa bersyukur,”katanya lagi.

“Bersyukur?” tiba-tiba si anak kecil bertanya, seperti bergumam.

“Ya, kita tidak jadi koruptor yang bikin sengsara banyak orang!” kata sang ‘jagoan’ sambil terlentang di lantai.

Si terpidana kecil itu memandang sang’jagoan’, tapi ketika dia mengusap air mata, ‘jagoan’ itu menghilang. Air mata si anak  menitik, karena dia tahu kalau lelaki jagoan itu adalah bapaknya, yang fotomya dia lihat di laci almari ibunya. Kata sang ibu, dia ditinggal sang ayah ketika masih dalam kandungan; ”Bapakmu sudah mati!” kata sang ibu suatu hari.

Napi kecil itu masih menangis. Dia memang mendengar bapaknya pencopet yang mati digebuki massa. Napi kecil itu masih sedih, bukan karena dihukum, tapi mengapa dia harus mengikuti jejak sang ayah?

Dia nggak mau seperti pepatah,’buah jatuh tak jauh dari pohonnya’.

Ya, seperti harus punya profesi sama. Misalnya, bapak, anak, kakak, adik harus sama-sama jadi koruptor. Begitu? – massoes