Monday, 24 September 2018

Cegah Kanker Payudara Via Metode Sadari

Sabtu, 10 Oktober 2015 — 10:40 WIB
Kampanye bahaya kanker yang mendatangkan pembicara  Dr Khoo Kei Siong, Medical Oncologist dan Dr Lisa Wong, Gynecologist  dari Mount Elizabeth Hospital Singapura. (inung)

Kampanye bahaya kanker yang mendatangkan pembicara Dr Khoo Kei Siong, Medical Oncologist dan Dr Lisa Wong, Gynecologist dari Mount Elizabeth Hospital Singapura. (inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Perempuan disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau Sadari secara rutin sekali dalam sebulan.

Metode yang mudah, murah dan sederhana ini dikatakan Dr Khoo Kei Siong, Medical Oncologist – Geneagles Hospital Singapura, cukup efektif untuk menangkap secara dini gejala kanker payudara.

“Setiap perempuan bisa melakukannya sendiri. Mudah dan cukup efektif mendeteksi kanker payudara,” papar Khoo di sela health talk bertema Melindungi Perempuan dari Kanker Yang Mematikan yang digelar Parkway Cancer Center kemarin. Hadir pembicara lain Dr Lisa Wong, Gynecologist – Mount Elizabeth Hospital Singapura.

Menurutnya, deteksi dini kanker payudara akan menjadi kunci penting penanganan dan pengobatan kanker payudara. Semakin dini ditemukan, maka akan semakin mudah pengobatannya. Dan peluang untuk sembuh pun lebih besar.

Khoo mengingatkan bahwa kanker yang baru ditemukan pada area payudara, maka penderita memiliki harapan untuk hidup sebesar 98 persen.

“Jika kanker sudah menyebar di area regional sekitar payudara, maka harapan hidup penderita menjadi 84 persen, dan jika kanker sudah menyebar hingga ke lever (hati) maka peluang hidup penderita tinggal 25,9 persen,” ujarnya.

Terdeteksi Stadium Lanjut

Sayangnya, banyak penderita kanker payudara terdeteksi ketika kanker sudah pada stadium lanjut. Pada kanker stadium lanjut, maka pengobatan menjadi lebih sulit dan biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih mahal. Pun harapan hidupnya semakin menitis.

Diakui Khoo, metode paling tepat untuk mendeteksi kanker payudara adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau metode radiologi. Metode ini bisa menangkap gejala kanker payudara hingga jaringan yang paling kecil. Tetapi metode ini tidak disarankan untuk perempuan muda dimana jaringan payudaranya masih sangat padat.

Selain melakukan Sadari secara teratur, Khoo juga menyarankan agar perempuan menganut pola hidup sehat seperti jauhi alkohol, rokok, kontrol berat badan, perbanyak konsumsi sayuran dan buah, lakukan olahraga secara rutin dan hindari stres dengan cara istirahat yang cukup. (inung/win)

 

Teks foto:

Kampanye bahaya kanker yang mendatangkan pembicara Dr Khoo Kei Siong, Medical Oncologist dan Dr Lisa Wong, Gynecologist dari Mount Elizabeth Hospital Singapura. (inung)