Friday, 16 November 2018

Kembali Dekati Bekas Suami Apakah Mau Meminta Saham?

Minggu, 22 November 2015 — 7:24 WIB

RASA cemburu Darus, 25, meledek. Karena Mirna, 22, yang dinikahi masih suka menemui bekas suaminya dulu. Apa mau minta saham, mentang-mentang Darus tak bisa menjamin kehidupan istrinya secara layak. Saking kesalnya, Mirna pun dihajar hingga akhirnya melapor ke kantor polisi.

Agama memang mengajarkan, jangan memutus silaturahmi. Bagaimana jika dengan bekas suami, apa perlu masih berhubungan? Jika perceraian itu ada anak, wajarlah masih menjalin hubungan karena demi kepentingan anak. Jika tidak, itu bisa menimbulkan dugaan suami barunya bahwa mau balik lagi ke suami lama. Ini namanya menciptakan kecemburuan baru.

Rupanya Mirna warga Kelurahan Buha, Lingkungan II, Kecamatan Mapanget, Menado, tak memahami rambu-rambu itu. Meski sudah menjadi istri Darus, dia masih suka menghubungi bekas suaminya dulu Husin, 25. Padahal dari perkawinannya terdahulu sama sekali tak momongan.

Perkawinan Mirna dengan Darus agaknya hanya menjanjikan kebahagiaan semu. Darus memang ganteng, pinter ngomong, tapi tak bisa cari uang. Buktinya, kerjanya hanya serabutan, kadang kali dapat uang kadang tidak dapat uang. Dengan kata lain, kehidupan Mirna sekarang kekurangan.

Untuk menyambung umur hingga akhir bulan, Mirna diam-diam sering menghubungi bekas suaminya, minta bantuan ekonomi. Atas dasar kemanusiaan Husin pun memberikan ala kadarnya. Sebab ekonomi dia memang jauh lebih mapan ketimbang Darus yang hanya petentang-petenteng jual tampang.

Meski permintaan bantuan ekonomi tak mengikat itu dilakukan diam-diam, lama-lama Darus tahu juga. Ini sungguh melanggar etika suami istri. Buat apa masih sering mengunjungi bekas suami? Mau balik lagi, atau mau minta saham kayak Ketua DPR Republik Indonesia? “Sayang nggak ada rekamannya. Kalau ada pasti saya bahwa ke DKM (Dewan Kehormatan Mertua),” ujar Darus gemas.

Mirna pun diinterogasi, sejauh mana hubungannya dengan bekas suami. Tapi Mirna berani sumpah, pertemuan empat mata yang tanpa didampingi tukang minyak itu murni untuk minta bentuan uang, bukan untuk selingkuh. “Kenapa kok kamu tidak minta izin ke suami dulu, ayo jawab!” sergah Darus niru gaya Gubernur Ahok memarahi anak buahnya.

Ketika Mirna menjawab “takut suami terhina”, langsung Darus melayangkan tinjunyunya ke muka istrinya, splakkk! Langsung Mirna terhuyung-huyung cari pegangan. Belum juga sempat menyadari kejadian yang dialami, kembali Darus melancarkan swing dan jab bergantian, sehingga Mirna pun terjajar di lantai. Sampai hitungan ke sepuluh baru bisa bangun.

Tapi suami sudah tak ada di rumah. Dengan langkah termehek-mehek, dia mendatangi kantor polisi Polsek Tuminting. Sayang, polisi bingung mau dimasukkan pasal mana penganiaayaan ini. Kalau masuk KDRT, rumahtangga mereka tak dilengkapi surat KUA, karena hanya perkawinan siri. Paling-paling perbuatan tidak menyenangkan.

Salah sendiri, nikah modalnya hanya onderdil, bukannya materil.

(JPNN/Gunarso TS)