Saturday, 24 June 2017

Usut Kasus Novel, Kapolri Kirim Tim ke Singapura

Senin, 19 Juni 2017 — 19:21 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan.  (julian)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku ingin secepatnya mengungkap pelaku penyerangan dengan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Untuk itu, ia akan segera mengirim tim ke Singapura untuk meminta keterangan Novel.

Tito menjelaskan, pengiriman tim ke Singapura terkait keluarnya pernyataan dari Novel kepada Majalah Times soal adanya dugaan keterlibatan oknum jenderal polisi dalam kasus ini.

“Kami akan berusaha secepat mungkin mengirim tim ke sana untuk menanyakan kepada Saudara Novel apakah itu merupakan fakta ataukah merupakan isu kecurigaan,” kata Tito, dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Tito menegaskan, bila pernyataan Novel merupakan fakta hukum maka pihaknya tidak boleh mengabaikannya. “Kalau itu merupakan fakta hukum berarti kami siap, kami akan proses itu. Kami akan melakukan penyelidikan dan kami akan terbuka dengan hasilnya,” ujar dia.

“Tapi kalau itu merupakan suatu isu, saya selaku pimpinan Polri tentunya menyayangkan karena ini akan berdampak buruk terutama terhadap imej kepolisian,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, bila itu merupakan isu dikhawatirkan dapat memunculkan situasi yang kurang baik antara Polri dengan KPK. “Karena Polri dari awal kepemimpinan saya dengan Pak Agus (Ketua KPK, Agus Rahardjo) kami berprinsip ingin bersinergi dengan sebaik-baiknya.”

(Baca: Kasus Novel, Kapolri Tawarkan KPK Tempel Tim Polri)

Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun menegaskan tidak ingin isu itu menjadi liar. Sehingga dapat menimbulkan kecurigaan.

“Kita tidak ingin isu itu menjadi liar dan kemudian di dalam institusi Polri sendiri saling curiga. Karena di dalam intitusi kepolsian pun sama, kita semua ingin institusinya baik,” tuntasnya. (julian)