Thursday, 21 June 2018

Segera Cegah Depresi Rupiah

Selasa, 6 Maret 2018 — 4:49 WIB

NILAI rupiah dalam sepekan ini semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sampai kemarin, Senin (5/3/2018) posisi rupiah berada pada kisaran Rp13.800. Bila pemerintah tidak cepat mengambil langkah-langkah untuk menahan nilai rupiah, nilai mata uang kita akan semakin anjlok.

Bila rupiah sampai terpuruk pada angka Rp14.400, berarti kondisi ini sama seperti pada 2015 lalu, dan angka ini terburuk sejak terjadinya krisisi ekonomi 1998. Dan melorotnya nilai mata uang rupiah, bisa menjadi indikator bahwa kondisi perekonomian di Indonesia kian lesu.

Bagi masyarakat awam, depresi mata uang rupiah mungkin tidak begitu dipahami sebagai ancaman serius karena menganggap hal tersebut hanya berkaitan dengan bisnis semata. Padahal implikasi melemahnya rupiah sangat luas, menimbulkan gejolak ekonomi dan justru masyarakat kelas bawah yang merasakan imbasnya.

Pemerintah harus cepat mengambil langkah antisipasi dengan melakukan berbagai intervensi. Kalau tidak, rupiah akan terus terjun bebas dan akan muncul efek domino. Harga barang-barang terutama berbahan baku impor bakal terus bergerak naik, temasuk bahan pangan.

Bukan hanya di sektor industri menengah, industri kecil pun terpukul. Sebagai contoh, pengusaha tahu dan tempe kelimpungan karena sampai saat ini bahan baku kedele masih diimpor.
Di sektor transportasi, pengusaha angkutan juga terpukul lantaran suku cadang dipasok dari luar negeri.

Dampak lainnya, situasi ini bisa mendorong terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pukulan yang dialami pengusaha. Buntutnya, angka pengangguran pun bertambah dan bisa berdampak pada naiknya angka kriminalitas. Artinya, efek melemahnya rupiah bukan hanya mengganggu stabilitas ekonomi, tapi juga di sektor lain seperti politik dan keamanan.

Saat ini masyarakat masih dihadapkan pada sulitnya ekonomi, salah satunya akibat harga pangan tidak juga stabil, termasuk beras. Apalagi dalam dua bulan lagi, bulan Ramadhan akan tiba. Bila ekonomi tak juga berubah ke arah positif, warga bakal kian sengsara.

Menghadapi situasi seperti ini, pemerintah dituntut sigap melakukan langkah-langkah konkrit dan nyata. Jangan biarkan pondasi ekonomi Indonesia kian rapuh, hingga akhirnya ambruk. Kita tidak ingin negeri ini kembali mengalami krisis ekonomi hingga membuat rakyat yang sudah menderita, tambah menderita.**