Wednesday, 14 November 2018

Mengedepankan Polwan Penugasan di Lapangan

Sabtu, 1 September 2018 — 7:15 WIB

HARI INI 1 September 2018, Polisi Wanita ( Polwan) genap berusia 70 tahun. Beragam acara dan atraksi telah dilakukan oleh Korps Polisi Wanita di beberapa Polres dan Polda dalam memperingati ulang tahunnya.

Kami memaknai atraksi, di antaranya unjuk kekuatan (show of force) yang digelar sebagai bentuk eksistensi bahwa keberadaan Polwan makin dibutuhkan seiring dengan kemajuan jaman.

Terkait tantangan tugas Polri ke depan, khususnya tugas pelayanan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, merupakan keniscayaan bagi eksistensi Polwan.

Bahkan, dalam perkembangannya kiprah Polwan semakin meluas pada tataran tugas operasional lainnya seperti penyidik, negosiator, kontingen Peace Keeping Force. Malah, pimpinan Polri sudah memberi kepercayaan kepada Polwan menjadi Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seperti Kapolsek, Kapolres dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) baik di lingkup kewilayahan hingga di Mabes Polri.

Kebijakan pimpinan Polri memberi peluang kepada Polwan menduduki jabatan strategis dan tugas lapangan yang biasanya ditangani laki- laki polisi, dapat menghapus kesan bahwa Polwan hanya sebagai pelengkap, penghias institusi dan pemanis ruangan pejabat.

Seiring dengan tuntutan tugas Polri ke depan, makin banyak dibutuhkan kehadiran Polwan yang berarti mengharuskan jumlah Polwan ditambah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri pernah mengungkapkan akan terus menambah Polwan, setidaknya sebesar 30 persen dari total anggota Polri.

Data sementara menyebutkan jumlah Polwan saat ini sekitar 50 ribu atau baru sekitar 11 persen. Berarti makin terbuka peluang bagi warga masyarakat untuk ikut memperkuat Korps Polwan.

Kita tentu mengapresiasi kebijakan Kapolri menambah jumlah Polwan.Tentu saja dengan harapan penambahan jumlah personel tidak sekadar penambahan angka tanpa makna. Penambahan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kompetensi. Juga kesempatan menduduki jabatan dengan posisi yang menantang.

Di internal Polwan sendiri harus menunjukkan performanya dalam memimpin tugas-tugas di lapangan. Lebih responsif, adaftif , proaktif dan kreatif. Lebih siap dengan berbagai tantangan tugas, tanggap terhadap beragam ancaman yang tidak saja akibat semakin beragamnya modus kejahatan, juga kian kompleksnya permasalahan sosial kemasyarakatan yang menyangkut perempuan dan anak- anak.

Kami meyakini sifat keibuan menjadi modal dasar sebagai pengayom masyarakat. Sebagai polisi yang humanis, peka terhadap lingkungan dan bersahabat dengan masyarakat. Tidaklah berlebihan sekiranya Polwan kian dikedepankan sebagai ujung tombak meningkatkan citra Polri di mata publik. (*).