Tuesday, 16 July 2019

Warga Jakarta Timur Diminta Jadi Jumantik Mandiri

Senin, 11 Februari 2019 — 2:47 WIB
ilustrasi jumantik (cahyono)

ilustrasi jumantik (cahyono)

JAKARTA – Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus menyerang warga, membuat penanganan serius perlu segera dilakukan. Untuk itu, pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Timur, meminta warganya untuk menjadi juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri.

Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahan wabah DBD. Mulai dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PNS) hingga fogging, saat ini tengah di gencarkan. “Jangan sampai wabah DBD kembali menyerang warga, apalagi di Jaktim sudah banyak yang menjadi korban,” katanya, Minggu (10/2/2019).

Agar tak adalagi korban, Anwar mengajak warganya untuk menjadi Jumantik mandiri. Ini sebagai salah satu cara untuk mencegah timbulnya penyakit DBD. “Karena untuk pencegahan DBD harus ditangani bersama-sama, diawali dari diri kita masing-masing,” ujar Anwar.

Saat ini, sambung Anwar, musim hujan yang mulai turun. Ia mengimbau warga tetap waspada dan menjaga lingkungan tetap bersih. Alasannya, seluruh warga bisa bergerak cepat untuk membersihkan dan menguras wadah penampungan air.

“Kalau penganganan sudah dimulai dari diri kita, pastinya jentik tak akan berkembang biak,” tuturnya.

Kemudian mengubur barang tak terpakai dan menutup semua tempat air. Ini untuk mencegah agar nyamuk Aedes Aegypti tidak bisa berkembang biak. “Jika biasanya PSN hanya dilakukan sekali dalam seminggu, maka warga bisa mulai melakukan pemberantasan sarang nyamuk tiga kali seminggu,” tandasnya. (ifand/yp)