Wednesday, 24 April 2019

Pemkot Tangsel dan Depok Larang Pelajar Menggelar Acara Valentine Day

Rabu, 13 Februari 2019 — 18:52 WIB
Bunga mawar  banyak dicari untuk rayakan valentine day. (reuters)

Bunga mawar banyak dicari untuk rayakan valentine day. (reuters)

TANGSEL –  Jajaran dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud)  Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Depok menghimbau pelajar  serta staf pengajar maupun guru tidak melakukan perayaan hari kasih sayang atau valentine day tanggal 14 Februari.

“Kami menghimbau melalui surat edaran  agar seluruh sekolah siswa,  siswi maupun staf pengajar tidak merayakan hari valentine day karena bukan bukan budaya bangsa Indonesia,” kata Kepala Disdikbud Kota Tangsel Taryono,  Rabu (13/2/2019).

Ada lima himbauan agar kegiatan tersebut tidak dilakukan antara lain agar siswa tidak merayakan Valentine Day baik di dalam maupun di luar sekolah, seluruh guru, orang tua/wali murid agar tetap mengawasi putra-putrinya untuk tidak merayakan Valentine Day, menanamkan sikap dan perilaku karakter/kepribadian dalam lingkungan sekolah, seluruh perangkat sekolah melestarikan nilai-nilai luhur di lingkungan sekolah dan mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kegiatan dimaksud.

Dengan adanya himbauan ini diharapkan para siswa serta guru maupun orangtua turut mengawasi sang anak agar tidak melakukan tindakan di luar norma agama Islam, katanya.

Di Depok

Hal yang sama juga disampaikan Kadisdik Kota Depok,  M. Thamrin, yang mengatakan pihaknya sudah sejak beberapa hari lalu menggingatkan agar seluruh kepala sekolah SD, SMP dan SMA/sederakat agar tidak merayakan yang disebut hari kasih sayang atau valentine day.

“Larangan perayaan Valentine Day atau hari kasih sayang kepala sekolah, guru menyampaikan kepada anak-anak jangan sampai melakukan hal-hal yang di luar norma-norma agama,” tuturnya karena peryaan tersebut bukan budaya yang lahir di Indonesia.

“Guru harus turut mengedukasi kepada siswa-siswi tentang budaya Valentine Day, agar mereka tidak hanya mendapatkan informasi dari Media Sosial (Medsos) sehingga ikut-ikutan. Apalagi, Valentine bukanlah budaya kita melainkan budaya dari luar negeri,” katanya.  (anton/tri)