Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Thursday, 05 December 2019

Gara-gara Parfum, Tiwi Eks T2 Digugat Miliaran Rupiah

Senin, 5 Agustus 2019 — 19:32 WIB
Tiwi eks T2. (instagram)

Tiwi eks T2. (instagram)

JAKARTA – Sebagai penemu parfum, Tubagus Wijaya merasa dirugikan oleh mantan personel ‘T2’, Tiwi. Tubagus pun telah mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), ia menggugat perusahaan Tiwi miliaran rupiah.

“Awalnya pas Tiwi launching satu produk saya, penemuan saya, parfum karakter, dia mengaku sebagai CEO. Tapi, dia tidak menceritakannya secara utuh dan saya tidak disebut sebagai penemunya,” tutur Tubagus Wijaya, Senin (5/8/2019).

Karena itu, Tubagus merasa dirugikan. “Malah dalam sebuah pemberitaan, Tiwi katanya meluncurkan parfum itu. Padahal, saya sudah meluncurkannya sejak 2012, bahkan pada 2015 saya dapat penghargaan dari pemerintah atas penemuan parfum karakter pertama di Indonesia dan dunia. Karena itu saya menggugat Tiwi.”

Tubagus mengaku memiliki bukti video secara utuh, jika pelantun ‘OK’ itu tidak menyebutkan sang penemu parfum karakter.
“Dua tahun lalu memang Tiwi sempat saya endorse dan banyak juga kok public figure yang saya endorse. Aneh saja, kok sekarang dia jadi CEO. Pas di-endorse juga si Tiwi itu menerima produk dan kartu sertifikat yang ada tanda tangan dan nama saya sebagai penemu,” ucapnya.

Tubagus mengatakan ia juga sudah mensomasi Tiwi hingga dua kali. “Somasi pertama dari lawyer yang kedua dari saya pribadi, ke perusahaan Tiwi, saya berjuang untuk sebuah hak cipta, karena saya sudah mendaftarkan hak cipta tersebut,” ucap Tubagus.

Di tempat terpisah, Tiwi mengaku kaget saat mendengar dirinya digugat ke PN Jaksel. “Saya belum menerina somasi. Kalau saya pribadi, untuk masalah kasus ini kan sebenarnya yang lebih berkompeten untuk berbicara sebenarnya memang Ibu Roro sendiri kan mungkin untuk masalah segala macamnya lebih ke perusahaan,” ucap Tiwi.

Suwartun alias Roro merupakan pemilik perusahaan parfum yang saat ini mengangkat Tiwi sebagai CEO-nya.

“Sebenarnya sekarang saya sebagai owner dan saham mayoritas di perusahaan ini, dan Tiwi, kami angkat secara profesional untuk mengenalkan produk ke masyarakat. Istilahnya sebenarnya CEO, Chief Executive Officer, kalau bahasa Indonesianya kepala kantor kan, bukan presiden director atau direktur utama, atau orang-orang yang berhak untuk mewakili apa pun di persidangan atau di hukum,” ucap Roro.

“Jadi menurut saya mungkin karena ini istilah CEO saja yang diributkan. Tapi per Juli 2019 Tiwi sudah kami angkat sebagai direktur marketingnya saja. Jadi bukan lagi sebagai CEO dan lain-lain,” sambung Roro.

Roro juga menjelaskan perihal hubungan kerjanya dengan Tubagus Wijaya. “Jadi dulu memang saham terbesar itu saya dan Tubagus. Ada perubahan saham pada tahun 2018, jadi beliau menjual sahamnya 17 persen ke saya. Kemudian yang 10 persen dia wakafkan ke yayasan. Nah tinggal 20 persen.”

“Komposisi saham adalah seperti ini, saya 65 persen, nah pak Tubagus sudah nggak ada saham, karena sudah masuk ke yayasan,” tandas Roro. (mia/ys)