Wednesday, 16 October 2019

Sterilisasi Jalur Sepeda di Sepanjang Jalan Melawai Raya Dipasang Traffic Cone

Sabtu, 21 September 2019 — 22:00 WIB
Jalur Sepeda. (wandi)

Jalur Sepeda. (wandi)

JAKARTA – Untuk sterilisasi (membersihkan)  jalur sepeda di sepanjang Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dari ojek online, pedagang kaki lima (PKL), dan bajaj,  jalur tersebut dipasangi  traffic cone. Ini dilakukan karena selama ini lokasi tersebut dikeluhkan warga karena banyaknya parkir liar.

“Untuk mensterilkan area pedesterian serta jalur sepeda dari PKL dan pangkalan ojek online liar saat ini kami pasang  traffic cone.  Pemasangan ini mulai mulai dari simpang Blok M hingga depan gerbang masuk Blok M Square,” kata Sekertaris Kota Jaksel,  Munjirin, Sabtu (21/9).

Menurutnya,  pemasangan ini dilakukan karena Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali sangan intent dengan jalur sepeda. Diharapkan dengan cara ini nanti tidak akan ada lagi ojol, PKL dan Bajaj memanfaatkannya.

Selain di kawasan simpang Blok M hingga depan gerbang masuk Blok M Squaretraffic cone, sejumlah titik rawan pangkalan ojek online liar dan PKL, dipasang. Meski tidak terlihat adanya keberadaan petugas di sepanjang jalan, jalur sepeda dan trotoar terlihat steril.

“Pemasangan traffic cone tersebut dilakukan pihak Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan sejak beberapa hari belakangan.  Sebab diakuinya, penertiban maupun penjagaan yang dilakukan hanya bersifat sementara, sedangkan pangkalan ojek online liar maupun PKL akan kembali menjamur apabila absennya petugas,” tambahnya.

Jalur tersebut memang harus steril dari kendaraan karena jalan tersebut merupakan jalur khusus sepeda sehingga harus bersih dari parkir ojol, kendaraan pribadi maupun kendaraan roda tiga. Selain itu jajaran Sudin Perhubungan Jakarta Selatan diminta untuk melakukan patroli berkala di sejumlah jalur sepeda, mulai dari kawasan Blok M Taman Barito hingga Jalan Sisingamangaraja dan Fatmawati Raya.

“Kami berharap agar jalur sepeda maupun pedestrian bisa bebas pangkalan ojek atau PKL. Sebab keberadaan mereka sangat mengganggu terutama pejalan kaki dan sepeda,” pinta Munjirin.  (wandi/win)