Friday, 15 November 2019

Maju Pilkada, Sekda Depok dan Tangsel Siap Lepas Status ASN

Minggu, 13 Oktober 2019 — 22:30 WIB
Sekda Kota Depok, Hardiono, siap mundur jika namanya masuk pencalonan Pilkada Depok 2020. (anton)

Sekda Kota Depok, Hardiono, siap mundur jika namanya masuk pencalonan Pilkada Depok 2020. (anton)

DEPOK – Dua pejabat di Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel) siap mundur sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika nanti namanya masuk dalam pencalonan kepala daerah pada Pilkada serentak 2020.

Kedua pejabat yang siap mengundurkan diri yaitu sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono dan Sekda Kota Tangsel, Muhammad.

“Tentu saya siap mundur atau pensiun dini jika memang sudah sampai batas waktu yang telah ditentukan untuk mencalonkan diri menjadi Wali Kota Depok,” kata Hardiono, Minggu (13/10/2019).

“Sekarang masih jauh kegiatan Pilkada Kota Depok masih beberapa bulan lagi,” ujarnya. “Tentunya tugas sebagai ASN khususnya sebagai Sekda Depok tetap dilakukan tanpa mengurangi tanggung jawab sebagai pegawai negeri,” imbuhnya.

Ia pun mengaku siap turun ke lapangan untuk berkampanye dan memberikan pelayanan yang terbaik. “Nggak ada titip-menitip atau kampanye hitam, saya tugas sesuai aturan sebagai ASN atau pegawai negeri memberikan pelayanan ke warga Depok sebaik-baiknya,” tuntasnya.

Sekda Kota Tangsel, Muhamad, saat mengembalikan formulir penjaringan di PKB Tangsel. (anton)

Sekda Kota Tangsel, Muhamad. (anton)

Senada dengannya, Sekda Kota Tangsel, Muhamad, pun menyatakan siap maju menjadi Wali Kota Tangsel dan siap pula mundur sebagai ASN pada saatnya nanti.

“Masih ada empat tahun mengabdi sebagai ASN dan saya siap mundur jika waktu pendaftaran Pilkada Kota Tangsel mendatang,” tuturnya yang telah mempersipkan diri dan mengembalikan form pendaftaran Bacalon Wali Kota Tangsel di DPC PKB Tangsel.

Sekda Kota Tangsel, Muhamad, saat mengembalikan formulir penjaringan di PKB Tangsel. (anton)

Sekda Kota Tangsel, Muhamad, saat mengembalikan formulir penjaringan di PKB Tangsel. (anton)

Muhamad menambahkan, jika nanti kalah dalam Pilkada, ia tidak akan menyesal mundur dari ASN. “Tidak masalah, justru sudah saya pikirkan, kalaupun kalah saya berhenti, itu sudah konsekuensi politik, resiko. Kalau kalah ya sudah,” tuturnya. (anton/ys)