Tuesday, 19 November 2019

Pagi-Pagi Mau Beli Pupuk Malah Hampir “Ditubruk”

Rabu, 6 November 2019 — 7:07 WIB
NID-06-11

SUGIYONO, 65, memang kakek celamitan pol. Sudah tua tapi lupa umur. Ada tetangga Ny. Yayuk, 26, mau beli pupuk, malah digudang hampir saja “ditubruk”. Untung berhasil menyelamatkan diri. Suami Yayuk yang tidak terima segera lapor polisi dan Mbah Sugiyono yang genit itu ditangkap.

Dalam urusan syahwat,  banyak lelaki dalam usia di atas kepala enam masih “maju bersama”. Dia masih merasa rosa-rosa macam Mbah Marijan. Padahal belum tentu, banyak yang hanya sekedar wacana. Tapi untuk menjaga penampilan, dipakailah “ilmu hitam” alias pakai semir rambut. Pakai celana jins, pakai kacamata hitam sampai mirip pemain jaran kepang (kuda lumping).

Mbah Sugiyono yang tinggal di Cirebon, adalah salah satu kakek yang masih merasa muda saja dalam usia kepala enam. Rambutnya yang sudah memutih, digondrongkan sehingga mirip penyapu sawang (kotoran) plafon. Mbah Sugiyono juga pinter ngomong. Sayangnya dia bukan politisi atau tokoh, sehingga nggak ada yang ngundang Mbah Sugiyono tampil di ILC TV One.

Diam-diam dia naksir atau tertarik Ny. Yayuk yang masih tetangga sendiri. Tapi untuk berekspansi, harus mikir tujuh kali. Ada sejumlah alasan menghadang langkahnya. Di samping Yayuk ini masih punya suami, dirinya yang sudah tua mana mungkin laku untuk mendekati cewek pulen usia di bawah 30 tahun, yang lebih layak jadi anaknya?

Walhasil Mbah Giyono macam singa jompo lihat kijang mondar mandir di depannya. Ingin menubruknya,  tapi tidak mampu. Walhasil hanya dilihat-lihat dengan penuh nafsu. “Kapan-kapan kamu mendekat ke sini, gua sikat lu…..” begitu ancam Mbah Sugiyono.

Mbah Sugiyono memang punya usaha pupuk, untuk melayani para petani di kampungnya. Beberapa hari lalu tiba-tiba Yayuk ke rumahnya untuk membeli pupuk. Wah, ini rejeki nomplok, pikir Mbah Sugiyono sambil merapikan rambut kemoceng plafonnya. Kalau sudah rejeki, takkan lari ke mana. Buktinya tanpa pakai ilmu khusus Yayuk datang sendiri ke rumahnya.

Sebetulnya pupuk yang dicari Yayuk sudah tersedia di toko. Tapi dengan alasan sudah dipesan orang, istri tetangga itu diajak Mbah Sugiyono ke gudang agar memilih sendiri. Padahal maksudnya, sekedar untuk mencari peluang bisa “ekspansi” pada Yayuk cantik nan pulen tersebut.

Benar saja, di tempat yang sepi tanpa pengawasan istri, Mbah Sugiyono mulai bermain. Saat Yayuk menunduk untuk memilih sekarung pupuk, tiba-tiba si kakek mendekapnya dari belakang. Tentu saja Yayuk kaget. Dia berusaha menepiskan tangan Mbah Sugiyono dan berlari ke depan, minta tolong istri Mbah Sugiyono.

Tapi Yayuk malah diomeli, karena dianggap memfitnah suaminya. Ya sudah, Yayuk buru-buru pulang, batal beli pupuk. Dia mengadu pada suami bahwa mau dibegini dibegitu oleh si tua bangka. Tak terima atas pelecehan seksual tersebut, suami Yayuk melapor ke Polsek Dukupuntang dan Mbah Sugiyono ditangkap.

Nyadar Mbah, sampeyan sudah tua, rambutmu sudah mirip kemoceng plafon. (gunarso ts)