Tuesday, 19 November 2019

Ojol Juga Punya Kata Mutiara

Kamis, 7 November 2019 — 7:44 WIB
ojol1

BOLEHLAH Anda tersenyum, ketika membaca tulisan di belakang bak truk yang menggelitik. Coba baca; ”Pergi dicari pulang dimarahi, cintamu tak seberat muatanku,’

”Kerja keras bagai kuda, sampai lupa orang tua, oh hati terasa durhaka!”

“Jangan ngaku cantik, kalau belum mampu macari lelaki beristri.”

Dan masih banyak lagi, tulisan yang menggelitik bisa jadi itu adalah keluhan atau senandung rindu penuh cinta, bagi seorang sopir truk yang selalu jauh pergi meninggalkan keluarga, demi mencari nafkah, sesuap nasi, segenggam berlian?

Tapi, tulisan unik menggelitik bukan lagi monopoli truk, karena sekarang ini pengemudi ojol juga punya ide yang sama. Tapi, menulis di jaket yang mereka kenakan, yang pada intinya sama deh. Mencoba menghibur! Coba simak: “Di mana pacarmu, sehingga gojek yang terus mengantarmu? “

“Naik gojekku, hari ini bayar, besok dapat minum makan gratis…?” Dan untuk lebih meyakinkan pembaca bukan sekadar tulisan, tapi ada gambar minuman dan makanan kecil yang menggiurkan.

“Wahai para pemuda, kau boleh nyatakan cinta sama pacarmu setengah mati, tapi ingat setiap hari yang antar jemput aku!”

Begitu, lucu ya? Ya, pada dasarnya sama juga seperti yang ditulis di bak truk, para ojol ini mencurahkan isi hatinya bukan sekedar untuk menghibur, baik itu untuk sendiri maupun buat langganan atau masyarakat yang membaca sesama pengendara di jalanan, supaya nggak stres? Bisa jadi begitu.

Memang mencurahkan isi hati bisa di mana saja,ya. Ada yang di tembok pagar sepanjang jalan, yang dikenal dengan mural. Dan sekarang orang bisa mengungkapkan perasaan di mana saja, termasuk di medsos. Tapi, hati-hati ya jangan asal ngejeplak, apalagi yang menyinggung dan menyakiti orang lain, karena bisa berurusan dengan hukum. Repot.

Sudahlah kayak pengemudi ojol ini menulis di punggungnya, ‘setiap hari aku mengegas dengan sekuat hati utuk mencari rejeki, dan usahaku nggak sia-sia karena sekarang punya rumah dari hasil warisan orang tua.’

Nggak lupa, gambar rumah  sebagai latar belakang. (massoes)