Wednesday, 13 November 2019

Arus Kendaraan Naik dan Turun Sama Besar, Horor Macet Terjadi di Jalur Puncak

Sabtu, 9 November 2019 — 22:57 WIB
Kemacetan panjang terjadi di kedua ruas jalan di puncak Sabtu (9/11/2019).

Kemacetan panjang terjadi di kedua ruas jalan di puncak Sabtu (9/11/2019).

BOGOR – Kemacetan panjang terjadi di kedua ruas jalan di jalur Puncak,  Sabtu (9/11/2019). Horor kemacetan ini mulai terjadi selepas gerbang tol (GT) Ciawi hingga Gunung Mas.

Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor pun sulit bergerak. Akibat kemacetan berjam-jam itu, tak sedikit kendaraan yang mogok saat melewati tanjakan Selarong. Kendaraan mogok karena tak kuat menanjak saat mengantre.

Tak ayal,   bangunan beton yang dibuat untuk menahan kendaraan manakala mengalami masalah saat turun dari Puncak di tanjakan Selarong pun dimanfaatkan untuk parkir. Warga pengguna jalan kesal,  dan bahkan menyebut ini horor kemacetan terparah yang mereka alami.

Kasat Lantas Polres Bogor,  AKP Fadli Amri mengatakan, antara kendaraan yang turun (dari arah Puncak)  dan dari bawah (dari arah Jakarta), sama-sama ramai. “Subhanallah, hari ini kendaraannya,  dari atas dan dari bawah sama-sama rame,” kata AKP Fadli singkat, Ssabtu.

Penumpukan kendaraan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat mengakibatkan kemacetan parah sepanjang hari Sabtu (9/11/2019) siang hingga malam. Bahkan, sejak pagi hingga sore, kemacetan terpantau,  arus kendaraan nyaris tidak bergerak.

Kemacetan panjang terjadi di kedua ruas jalan di puncak Sabtu (9/11/2019).

Kemacetan terjadi pada dua arah di sepanjang jalur Puncak Bogor. Titik kemacetan selepas pintu GT Ciawi hingga Gunung Mas. Polisi yang bertugas mengatur lalu lintas terlihat tidak bisa berbuat banyak. Meskipun beberapa anggota berupaya mengurai kemacetan terutama di setiap simpang jalan.

Dampak kemacetan panjang ini, baik pengendara motor maupun mobil memilih beristirahat di trotoar maupun ruang terbuka hijau.

Pengguna jalan membutuhkan waktu tiga jam lebih dari Citeko hanya sampai Selarong. Jika menuju Jakarta, waktunya masih lebih lama lagi.

“Benar-benar parah macet kali ini. Mau istirahat dulu. Saya dari Citeko sampai Selarong ini butuh waktu 3 jam perjalanan. Polisi antisipasinya gimana ya kok bisa begini,” kata Rusdi Irawan, pengendara motor asal Depok yang hendak pulang usai liburan di Puncak.

Pengguna jalan lain bernama Priyanto (46), mengatakan, gejala macet sudah terlihat sejak pagi. Namun kepolisian lambat mengantisipasi. “Dari pagi sudah tanda-tanda macet. Tapi karena ngga ada antisipasi, ya begini. Mobil saya sampai mogok,” katanya.

Yusman, warga lain menuturkan, ia dan keluarga sengaja berangkat dari Jakarta siang hari ke puncak, untuk menghindari kemacetan.

Namun di luar prediksi, setelah melewati pintu Tol Ciawi, terjadi penumpukan kendaraan. “Di GT Ciawi sudah macet. Merayap mobil sampai Selarong, makin macet. Mobil saya keluar asap, terus mogok,” ujarnya kesal. (yopi/win)